Netanyahu Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim terdapat indikasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara gabungan Israel-Amerika Serikat yang menargetkan kediamannya di Teheran, Sabtu (28/2).

Meski demikian, Netanyahu yang juga berstatus buronan Mahkamah Kriminal Internasional atau International Criminal Court (ICC) ini tidak memberikan bukti konkret untuk memperkuat pernyataannya tersebut.

Dalam sebuah pernyataan video, Netanyahu menyebut militer telah melancarkan serangan kejutan besar-besaran yang menghancurkan kompleks kediaman Khamenei.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pagi ini, dalam serangan kejutan yang kuat, kami menghancurkan kompleks tiran Khamenei," ujar Netanyahu, seperti dilansir Anadolu. "Ada banyak tanda bahwa tiran ini sudah tidak ada lagi," sambungnya.

Netanyahu menambahkan bahwa sejumlah tokoh senior Iran juga telah "dieliminasi" dalam serangan tersebut, termasuk pejabat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan tokoh di balik program nuklir Iran.

"Kami akan terus berlanjut. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan menghantam ribuan target rezim teror lainnya," ujar Netanyahu.

Selain mengumumkan serangan, Netanyahu mendesak rakyat Iran untuk turun ke jalan guna menggulingkan rezim yang berkuasa. Serangan gabungan AS-Israel yang diluncurkan Sabtu pagi itu diklaim bertujuan untuk menghapus "ancaman" yang ditimbulkan oleh Iran.

Selama ini, AS menuntut Iran menghentikan program nuklirnya, namun Teheran bersikeras bahwa program tersebut murni untuk tujuan sipil.

Menanggapi agresi tersebut, Iran segera meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa serangan balasan tersebut merupakan tindakan terukur.

"Serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah tidak menargetkan negara-negara tertentu, melainkan terbatas pada situs-situs militer saja," tegas Araghchi, Sabtu (28/2).

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |