MPLS 2026 Jadi Momentum, Disdik DKI Tegaskan Tolak Perpeloncoan

1 week ago 11
MPLS 2026 Jadi Momentum, Disdik DKI Tegaskan Tolak Perpeloncoan Orang tua mengabadikan gambar anaknya pada frame yang disediakan sekolah saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama tahun ajaran 2026/2027 di SD Negeri 06 Pagi Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).(MI/Ramdani)

DINAS Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 tidak hanya bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk membangun sekolah sebagai ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan MPLS menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus menghadirkan pengalaman belajar pertama yang positif bagi setiap murid. Pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

"Tidak ada lagi ruang hampa yang akan berpotensi menimbulkan praktik perpeloncoan ataupun bentuk kekerasan. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang membuat setiap anak merasa diterima, dihargai, bertumbuh dan berkembang secara optimal," ujar Nahdiana dalam keterangan di Jakarta, Senin (13/7).

Sebagai tanda dimulainya program tersebut, Disdik DKI Jakarta mengawali pelaksanaan MPLS Ramah Tahun 2026 di SMKN 57 Jakarta.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Disdik DKI juga menggelar dua deklarasi, yakni Deklarasi Jaga Sekolah Aman dan Nyaman serta Deklarasi Jaga Sekolah Bersih (Pilih, Pilah, Pulihkan). Kedua deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, sekaligus berkelanjutan.

"Dalam semangat MPLS Ramah, hari pertama sekolah harus menjadi awal yang menyenangkan, aman, dan bermakna," kata Nahdiana.

Deklarasi Jaga Sekolah Aman dan Nyaman merupakan implementasi dari Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Melalui komitmen tersebut, seluruh warga sekolah diharapkan bersama-sama mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun berbagai tindakan yang dapat mengganggu keselamatan dan kenyamanan peserta didik.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Disdik DKI Jakarta juga mengaktifkan layanan informasi sekaligus kanal pengaduan melalui WhatsApp yang mulai beroperasi efektif pada 13 Juli 2026. Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui nomor 0813-9595-320 dan 0813-9595-350.

Di sisi lain, Deklarasi Jaga Sekolah Bersih (Pilih, Pilah, Pulihkan) merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 mengenai Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber.

Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, Disdik DKI Jakarta meluncurkan Jaga dan Olah Sampah Sekolah (JOSS), sebuah sistem pelaporan reduksi sampah yang digunakan untuk memantau pelaksanaan pengurangan serta pengelolaan sampah di seluruh satuan pendidikan.

Kegiatan pembukaan MPLS Ramah Tahun 2026 juga diisi dengan penyerahan bantuan dari berbagai pihak kolaborator, peragaan busana berbahan daur ulang, hingga pengukuhan Satuan Tugas Pilah Sampah melalui penyematan rompi secara simbolis.

Melalui penyelenggaraan MPLS Ramah 2026, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta berharap para peserta didik memperoleh pengalaman awal yang positif selama berada di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya saling menghormati, menolak segala bentuk kekerasan, serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak hari pertama masuk sekolah. (Ant/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |