Mobilitas Konsumen Meningkat, Industri Camilan Bidik Pasar Urban

9 hours ago 8
Mobilitas Konsumen Meningkat, Industri Camilan Bidik Pasar Urban Biskies meluncurkan Biskies Oat Gandum Susu, produk yang memadukan oat, gandum, dan susu untuk kebutuhan konsumen yang menjalani aktivitas dengan mobilitas tinggi.(Dok. Benfood)

PERUBAHAN gaya hidup masyarakat urban turut memengaruhi cara konsumen memilih makanan dan camilan. Rutinitas yang semakin dinamis, mobilitas tinggi, serta aktivitas yang berlangsung dari pagi hingga malam membuat produk yang praktis dikonsumsi menjadi salah satu segmen yang terus mendapat perhatian.

Bagi pelaku industri makanan, perubahan pola aktivitas tersebut membuka ruang untuk mengembangkan produk yang tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga dapat menyesuaikan diri dengan berbagai situasi konsumsi.

Strategi tersebut antara lain terlihat dari pengembangan Biskies Oat Gandum Susu oleh Biskies. Produk ini memadukan oat, gandum, dan susu untuk menyasar kebutuhan konsumen yang menjalani aktivitas dengan mobilitas tinggi.

Pendekatan tersebut menempatkan produk bukan hanya sebagai camilan, tetapi sebagai bagian dari berbagai momen konsumsi yang muncul di tengah aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menuju kantor atau kampus, sarapan, jeda pekerjaan, hingga sebelum kembali melanjutkan kegiatan.

Menyesuaikan produk dengan perubahan perilaku
Perubahan pola konsumsi menjadi salah satu pertimbangan bagi industri makanan dalam mengembangkan produk. Konsumen dengan aktivitas padat cenderung membutuhkan pilihan yang mudah dibawa dan dapat dinikmati di berbagai kesempatan.

Kondisi tersebut membuat fleksibilitas konsumsi menjadi bagian dari nilai yang ditawarkan produk. Camilan yang dapat disimpan di dalam tas dan dikonsumsi tanpa persiapan panjang dapat menjangkau lebih banyak momen dalam keseharian konsumen.

Biskies Oat Gandum Susu dikembangkan dengan pendekatan tersebut. Produk ini memadukan oat dan gandum, serta dilengkapi 1,4 kali lebih banyak susu yang memberikan cita rasa lebih creamy. Dari sisi positioning, kombinasi bahan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan karakter produk yang berbeda di tengah pilihan camilan yang tersedia di pasar.

"Kami melihat keseharian konsumen semakin aktif dan dinamis. Karena itu, kami ingin menghadirkan Biskies Oat Gandum Susu sebagai pilihan camilan yang praktis dan nikmat untuk menemani berbagai momen, mulai dari perjalanan pagi hingga aktivitas sepanjang hari," ujar Janice K D, Marcomm Manager Benfood.

Menurut Janice, perpaduan oat, gandum, dan susu menjadi karakter yang dihadirkan untuk memberikan pengalaman ngemil yang berbeda.

Mengangkat oat dan gandum sebagai nilai produk
Selain aspek kepraktisan, penggunaan bahan tertentu juga dapat menjadi bagian dari strategi produk untuk menjawab meningkatnya perhatian konsumen terhadap komposisi makanan.

Oat dan gandum, misalnya, memiliki kandungan serat yang menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan dalam pola makan. Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa oat merupakan sumber serat larut dan tidak larut, termasuk beta-glucan yang telah diteliti berkaitan dengan proses pencernaan dan rasa kenyang.

Sementara itu, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa karbohidrat dalam pola makan sebaiknya terutama berasal dari whole grains, sayuran, buah-buahan, dan pulses. Oat dan gandum termasuk contoh whole grains yang disebutkan WHO.

WHO juga merekomendasikan asupan setidaknya 25 gram serat pangan alami per hari bagi orang berusia di atas 10 tahun sebagai bagian dari pola makan sehat.

Bagi industri makanan, pemilihan bahan tersebut dapat menjadi bagian dari komunikasi produk kepada konsumen. Namun, konsumsi satu jenis camilan tetap perlu ditempatkan dalam konteks pola makan secara keseluruhan.

Membidik beragam momen konsumsi
Strategi lain yang terlihat dari pengembangan produk adalah memperluas momen konsumsi. Biskies Oat Gandum Susu tidak diarahkan hanya untuk satu waktu tertentu, tetapi dapat dikonsumsi dalam berbagai situasi. Produk dapat menjadi teman saat commuting menuju kantor atau kampus, pelengkap sarapan, camilan ketika mengambil jeda di tengah pekerjaan, maupun pilihan sebelum kembali melanjutkan aktivitas.

Pendekatan terhadap berbagai momen konsumsi tersebut memungkinkan sebuah produk masuk ke lebih banyak bagian dari rutinitas konsumen. Bagi industri, strategi semacam ini dapat menjadi cara untuk membangun relevansi produk dengan perubahan gaya hidup masyarakat.

Biskies menyatakan akan terus hadir mengikuti gaya hidup konsumennya dan menjadi bagian dari berbagai momen sederhana dalam keseharian. Melalui Biskies Oat Gandum Susu, perusahaan mencoba menggabungkan kebutuhan akan kepraktisan dengan diferensiasi melalui perpaduan oat, gandum, dan susu. Strategi tersebut mencerminkan bagaimana perubahan mobilitas masyarakat. (E-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |