Misteri Laut Bercahaya Terungkap, NASA Sebut Ledakan Fitoplankton Penyebabnya

6 days ago 17
Misteri Laut Bercahaya Terungkap, NASA Sebut Ledakan Fitoplankton Penyebabnya NASA mengungkap fenomena laut bercahaya biru kehijauan disebabkan oleh ledakan fitoplankton coccolithophores.(Dok. NASA Earth Observatory)

FENOMENA laut yang tiba-tiba berubah warna menjadi biru kehijauan hingga tampak bercahaya dari luar angkasa akhirnya terungkap. Berdasarkan pengamatan terbaru NASA, perubahan warna tersebut bukan berasal dari cahaya alami laut, melainkan akibat ledakan populasi fitoplankton di permukaan air.

NASA Earth Observatory menjelaskan bahwa fenomena ini kemungkinan besar dipicu oleh coccolithophores, jenis fitoplankton yang memiliki lapisan kalsium karbonat. Saat terjadi fase bloom atau ledakan pertumbuhan, organisme mikroskopis ini memantulkan cahaya Matahari sehingga air laut tampak berwarna biru susu. Sebaliknya, dominasi diatom dapat membuat air terlihat lebih gelap.

Meski berukuran sangat kecil, jumlah coccolithophores yang masif membuat pantulannya dapat tertangkap oleh instrumen penginderaan jarak jauh. Fenomena ini juga memegang peran penting dalam siklus karbon laut, di mana karbon yang diserap fitoplankton akan tenggelam ke dasar laut setelah organisme tersebut mati.

Pengamatan mendalam ini dimungkinkan oleh misi satelit PACE (Plankton, Aerosol, Cloud, ocean Ecosystem) milik NASA. Dilengkapi dengan Ocean Color Instrument (OCI), satelit ini merekam warna laut dengan resolusi hiperspektral. Teknologi ini memungkinkan ilmuwan membedakan berbagai jenis fitoplankton serta memantau dinamika ekosistem laut secara global.

Untuk memastikan akurasi data, NASA juga melakukan validasi lapangan. Pada awal 2025, tim peneliti bekerja sama dengan OceanX dalam ekspedisi "Around Africa" menggunakan kapal riset OceanXplorer. Peneliti mengambil sampel air secara langsung untuk menganalisis klorofil, karbon organik, dan sedimen, lalu mencocokkannya dengan data yang ditangkap satelit PACE saat melintas di lokasi yang sama.

Bagi para ilmuwan, variasi warna laut adalah indikator kondisi biologis yang sangat berharga. Data ini membantu memetakan kualitas air dan memahami dampak perubahan iklim terhadap ekosistem laut. Melalui kombinasi teknologi satelit dan observasi langsung, NASA berharap dapat memperluas pengetahuan tentang transformasi karbon organik yang menjadi bagian vital kehidupan di Bumi. (NASA Earth Science Division/NASA Earth Observatory,​​​​​​/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |