Ilustrasi(Dok Istimewa)
BULAN Sabit Merah Indonesia (BSMI) menggelar puncak peringatan Milad ke-24 di Jakarta, Ahad (12/7). Mengusung tema "Kokoh Berkiprah untuk Nusantara dan Dunia", BSMI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan dan aksi kemanusiaan, di Indonesia maupun di berbagai wilayah krisis dunia, khususnya Palestina.
Pada puncak Milad ke-24 BSMI turut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdulfattah A.K. Al-Sattari, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional BSMI, dr. M. Djazuli Ambari, Ketua Majelis Pertimbangan Anggota BSMI Prof Dr dr Basuki Supartono SpOT, aktivis Global Sumud Flotilla yang juga jurnalis Abeng dan Thoudy,
jajaran pimpinan BSMI, mitra kemanusiaan, tenaga kesehatan, relawan, serta berbagai tokoh nasional sebagai bentuk penguatan kolaborasi kemanusiaan Indonesia untuk Palestina.
Pada sambutan acara tersebut,Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional BSMI, dr. M. Djazuli Ambari mengutarakan selama 24 tahun perjalanan organisasi, BSMI terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, cepat, dan berpihak kepada nilai-nilai kemanusiaan tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.
Adapun "Tema Milad ke-24, 'Kokoh Berkiprah untuk Nusantara dan Dunia', mencerminkan tekad BSMI untuk terus memperkuat pengabdian kemanusiaan di dalam negeri sekaligus memperluas kontribusi bagi masyarakat dunia. Milad ini bukan sekadar momentum mengenang perjalanan organisasi juga menjadi titik tolak untuk menjawab tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks.
"Kami ingin memastikan bahwa Indonesia terus hadir memberikan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk saudara-saudara kita di Palestina," tegas Djazuli.
Pada Milad ke-24 ini, BSMI juga meluncurkan rencana pembangunan Rumah Sakit Lapangan Indonesia untuk Palestina yang akan ditempatkan di wilayah El Arish, Mesir, sebagai pusat layanan medis bagi korban konflik di Gaza. Rumah sakit lapangan ini diharapkan menjadi fasilitas kesehatan yang mampu memberikan pelayanan gawat darurat, tindakan bedah, rawat inap, serta dukungan medis bagi masyarakat Palestina sesuai dengan kebutuhan dan koordinasi bersama otoritas terkait.
Menurut Djazuli, pembangunan rumah sakit lapangan tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen BSMI yang selama ini telah mengirimkan bantuan kemanusiaan, tenaga medis Emergency Medical Team (EMT), obat-obatan, serta berbagai program pelayanan kesehatan bagi warga Palestina.
"Rumah Sakit Lapangan Indonesia ini merupakan ikhtiar besar bangsa Indonesia untuk memperkuat dukungan kemanusiaan bagi Palestina. Kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat memperluas akses layanan kesehatan bagi para korban konflik dan menjadi simbol nyata solidaritas rakyat Indonesia. Kami juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita besar ini," paparnya.
Selama 24 tahun mengabdi, BSMI telah aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat, penanggulangan bencana, pengiriman Emergency Medical Team (EMT), serta misi kemanusiaan internasional. Sejalan dengan tema "Kokoh Berkiprah untuk Nusantara dan Dunia", BSMI berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan, meningkatkan kapasitas relawan, serta menghadirkan aksi-aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat lebih luas, dari Indonesia untuk dunia.
Kemanusiaan tak Kenal Batas Negara
Ketua Majelis Pertimbangan Anggota BSMI Prof Dr dr Basuki Supartono menekankan bahwa BSMI mengajak seluruh elemen bangsa, pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, komunitas, dan masyarakat luas untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan Rumah Sakit Lapangan Indonesia tersebut melalui dukungan moral, jejaring, maupun partisipasi dalam gerakan kemanusiaan.
Menurut Basuki, ini proyek G to G, pihaknya telah menghubungi Duta Besar Palestina dan Duta Besar Mesir, mungkin nanti tinggal ke instansi lainnya.
"Jadi ini G to G, kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Mesir, berjumpa dengan Wakil Menteri Kesehatan Mesir. Rencana kami datang lagi ke Kairo tanggal 11 Agustus, " ungkap Basuki seraya menambahkan saat ini di Mesir terdapat sekitar 6 juta pengungsi dari Palestina dan Sudan.
Basuki menegaskan, program-program BSMI membuktikan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas negara, wilayah dan bahasa. "BSMI selalu mendukung misi kemanusiaan untuk Palestina. Dukungan terhadap rakyat Palestina merupakan kewajiban. Ketika hak hidup, dan martabat manusia dirampas, maka wajiblah kitalah membantu,"tandasnya.
Pada kesempatan itu, Duta Besar Palestina untuk RI Abdul Fatah A.K. Al- Sattiri mengapresiasi pihak Indonesia,BSMI serta seluruh pegiat kemanusiaan yang berkomitmen mendukung perjuangan dan kemerdekaan Palestina. (H-2)

















































