Messi: Lolos Final Back to Back Rasanya Edan

1 week ago 11
 Lolos Final Back to Back Rasanya Edan Lionel Messi(Dok AFP)

LIONEL Messi kembali membawa Argentina selangkah lagi menuju sejarah. Kapten Albiceleste itu mengantar juara bertahan melaju ke final Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Inggris 2-1 pada semifinal di Atlanta, AS, Kamis (16/7) WIB, sekaligus membuka peluang mempertahankan gelar yang terakhir kali dilakukan Brasil pada 1962.

Messi memang tidak mencetak gol. Namun, dua assist yang dia ciptakan menjadi pembeda ketika Argentina membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal 0-1.

Enzo Fernandez menyamakan skor pada menit ke-85 sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan lewat sundulan pada masa injury time. Keduanya berawal dari kreasi sang megabintang berusia 39 tahun.

Keberhasilan itu membuat Messi akan tampil di final Piala Dunia secara beruntun setelah mengangkat trofi di Qatar 2022. Secara keseluruhan, final nanti menjadi yang ketiga dalam kariernya setelah edisi 2014, 2022, dan kini 2026.

"Rasanya luar biasa bisa bermain di dua final Piala Dunia secara beruntun. Ini benar-benar gila," kata Messi.

Pemain berjuluk La Pulga itu mengakui duel melawan Inggris memiliki makna tersendiri terlebih itu merupakan pertemuan pertamanya menghadapi the Three Lions di level internasional.

"Perasaan seperti ini sangat spesial. Saya rasa seluruh skuad juga merasakannya. Ini pertandingan yang benar-benar ingin dimenangkan oleh rakyat Argentina, dan kami juga menginginkannya. Laga ini memang selalu istimewa," kata pemain Inter Miami tersebut.

Messi juga memuji mental pantang menyerah rekan-rekannya. Menurut dia, Argentina kembali menunjukkan karakter kuat dengan bangkit ketika berada dalam situasi sulit.

"Sekali lagi kami mampu menyelesaikan pekerjaan ketika keadaan tampak tidak berpihak kepada kami. Kami tidak pernah berhenti percaya," ucapnya.

Kemenangan atas Inggris sekaligus memperpanjang catatan impresif Argentina yang belum pernah kalah dalam laga semifinal Piala Dunia. Albiceleste kini tinggal selangkah lagi mempertahankan mahkota juara dunia. Dalam sejarahnya, baru Italia (1934, 1938) dan Brasil (1958, 1962) yang berhasil juara back to back

Final nanti juga akan menjadi penampilan ke-33 Messi di Piala Dunia, rekor terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Dia menjadi satu-satunya pemain yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia sekaligus masih menjadi motor permainan tim. Pelatih Argentina Lionel Scaloni menilai pencapaian Messi tidak lagi memerlukan pembuktian tambahan.

"Dia adalah pemain terbaik sepanjang sejarah. Saya tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan untuk membuktikannya. Mayoritas masyarakat Spanyol pun mencintainya," ucap Scaloni.

Di final, Argentina akan menghadapi Spanyol pada laga di New Jersey, AS, Senin (20/7) dini hari pukul 02.00 WIB.

Laga tersebut juga menyimpan cerita emosional bagi Messi yang menghabiskan lebih dari dua dekade kariernya bersama Barcelona sebelum hijrah pada 2021.

Jika berhasil mengalahkan La Roja, Messi bukan hanya mempersembahkan gelar dunia kedua berturut-turut bagi Argentina. Dia juga akan semakin mengukuhkan warisannya sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang sejarah. (E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |