Menolak Pasrah di Usia Senja: Kisah 55 Lansia Bontang Merajut Asa melalui Home Care

1 week ago 19
 Kisah 55 Lansia Bontang Merajut Asa melalui Home Care Wali Kota Neni saat menyerahkan bantuan paket kebutuhan dasar program home care kepada lansia di wilayahnya.(Dok Diskominfo Kota Bontang)

PAGI merayap perlahan di Auditorium 3 Dimensi Kota Bontang. Di sudut ruangan, gurat-gurat lelah di wajah puluhan lanjut usia (lansia) perlahan berganti dengan senyum simpul. Hari itu, Sabtu (4/7/2026), menjadi babak baru yang menghangatkan bagi mereka yang kerap kali berjuang dalam sepi di tengah dinamika modernisasi kota.

Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan Pandu Qolby mengambil peran nyata mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan. Yayasan ini menyerahkan Bantuan Paket Kebutuhan Dasar Program Home Care kepada 55 lansia di Kota Bontang. Agenda kemanusiaan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial bagi-bagi paket sembako, melainkan juga dirangkai dengan edukasi kesehatan intensif guna menjaga kualitas hidup para orangtua di sisa usianya.

Langkah taktis yang diambil oleh Yayasan Pandu Qolby itu memiliki fondasi yang kuat. Ketua Yayasan Pandu Qolby, Suratmi, memaparkan bahwa bantuan sosial strategis tersebut bersumber dari Bantuan Sosial Terencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Program Home Care ini secara spesifik diarsiteki untuk menyasar lansia terlantar yang selama ini bertahan hidup dalam keterbatasan dan divalidasi ke dalam Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN).

Penyebaran para penerima manfaat ini mencakup wilayah yang cukup luas, menyentuh kantong-kantong permukiman padat hingga wilayah pesisir di Kota Bontang. Tercatat 55 lansia penerima manfaat tersebut berasal dari delapan kelurahan dengan sebaran wilayah yang paling banyak berada di Berbas Tengah (17 orang) dan Berbas Pantai (14 orang). Sementara kelurahan lain meliputi Api-Api (6 orang), Bontang Baru (3 orang), Bontang Kuala (2 orang), Guntung (8 orang), Gunung Elai (1 orang), dan Tanjung Laut Indah (4 orang).

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mempertegas posisi pemerintah daerah dalam merespons isu kesejahteraan sosial. Bagi Neni, perhatian mendalam terhadap kelompok rentan bukan sekadar kewajiban moral, melainkan instrumen hukum baku yang diikat secara struktural ke dalam kebijakan daerah. Prioritas pembangunan ini secara resmi tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan direalisasikan melalui APBD Kota Bontang Tahun 2026.

"Program-program sosial sudah kami masukkan ke dalam RPJMD Kota Bontang dan sudah tereksekusi di dalam APBD Kota Bontang tahun 2026. Salah satunya bantuan untuk anak-anak disabilitas, anak-anak tidak mampu, orang dewasa tidak mampu, baik lansia maupun keluarga tidak mampu. Kita berikan bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan," ujar Neni.

Kebijakan stimulus tunai tersebut diproyeksikan menjadi bantalan ekonomi yang krusial di tingkat akar rumput. Namun, skema ini membutuhkan kontrol publik yang ketat agar pelaksanaannya berjalan tepat sasaran. Oleh sebab itu, Wali Kota mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif mengawal dan memberikan umpan balik demi penyempurnaan program ke depan.

"Kalau ada saran, silakan disampaikan ke Dinas Sosial," katanya.

Menurut Neni, esensi dari gerakan Home Care terletak pada pendekatan personalnya. Petugas dan relawan tidak sekadar menunggu di kantor, melainkan aktif menjemput bola, mengetuk pintu demi pintu rumah para lansia yang mulai rapuh dimakan waktu. Melalui kolaborasi ini, keterbatasan fisik para lansia yang kerap menghalangi mereka untuk mengakses fasilitas umum dapat teratasi dengan kehadiran layanan langsung di hunian mereka.

"Pemerintah Kota Bontang menyampaikan terima kasih atas dedikasi LKS Yayasan Pandu Qolby selama ini dalam membantu melaksanakan dan berkolaborasi menyukseskan program-program Pemerintah Kota Bontang. Sinergi seperti ini sangat berarti untuk memastikan bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.

Pertemuan di Auditorium 3 Dimensi hari itu pun ditutup dengan sesi edukasi kesehatan interaktif. Para lansia diajarkan pola hidup sehat di usia senja, manajemen nutrisi, hingga pemeriksaan fisik sederhana. (RO/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |