Menkes Ingatkan Pola Makan Buruk Hari Ini, Risiko Stroke Mengintai 10 Tahun Lagi

2 weeks ago 12
Menkes Ingatkan Pola Makan Buruk Hari Ini, Risiko Stroke Mengintai 10 Tahun Lagi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin(MI/AGUNG WIBOWO)

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi mengingatkan masyarakat bahwa ancaman Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, jantung, kanker, dan gangguan ginjal merupakan hasil dari akumulasi kebiasaan buruk jangka panjang. Sering kali, kondisi tubuh yang terasa bugar saat ini menipu kesadaran masyarakat akan investasi kesehatan masa depan.
 
"Banyak orang merasa dirinya sehat hari ini, padahal lima atau sepuluh tahun lagi berisiko terkena stroke atau serangan jantung akibat pola makan yang buruk," kata Budi dalam keterangannya, Sabtu (11/7).

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Data menunjukkan sebanyak 96,7 persen penduduk usia 5 tahun ke atas kurang mengonsumsi buah dan sayur. Selain itu, 33,7 persen penduduk gemar mengonsumsi makanan manis dan 47,5 persen gemar mengonsumsi minuman manis. Angka obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas juga melonjak dari 15,4 persen pada 2013 menjadi 23,4 persen pada 2023.

Sebagai bagian dari kebijakan pengendalian risiko PTM, Kemenkes gencar mendorong program Nutri-Level. Kebijakan ini dirancang agar masyarakat dapat dengan mudah memahami, membandingkan, serta memilih produk pangan berdasarkan kandungan gula, garam, dan lemaknya (GGL). 

"Fokus dari Nutri-Level ini adalah pada penguatan edukasi konsumen saat berbelanja, bukan berupa pelarangan produk di pasar," ujar dia.

Budi secara khusus meminta para kreator konten di TikTok untuk membantu mengemas edukasi kesehatan ini dengan gaya anak muda agar menjadi tren yang populer. 

"Tolong bantu saya mengedukasi masyarakat dengan gaya anak muda. Buatlah pola makan sehat ini menjadi tren. Edukasikan bahwa minum kopi hitam tanpa gula itu keren, dan makan rebus-rebusan atau salad itu gaya hidup yang trendi," pinta Budi.

Sementara itu, Head of Public Policy TikTok Indonesia Noudhy Valdryno menyatakan di platform TikTok, topik makanan termasuk makanan sehat merupakan salah satu konten yang paling banyak ditemukan dan dibagikan oleh masyarakat. 

“Setiap hari, jutaan pengguna datang ke TikTok untuk menemukan resep, inspirasi memasak, rekomendasi makanan, hingga berbagai cara sederhana untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat," lanjut Noudhy. 

Hal ini terlihat jelas dari jutaan unggahan yang menggunakan berbagai tagar popular.

Melihat antusiasme yang begitu besar diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan TikTok untuk menemukan inspirasi hidup sehat secara lebih mudah dipahami, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui konten yang diproduksi oleh para kreator.

Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes, Niken Wastu Palupi menambahkan bahwa solusi atas persoalan salah gizi sebenarnya dekat dengan masyarakat melalui pangan lokal yang lebih segar dan terbebas dari proses pengolahan berlebih (ultra-processed food). 

Kemenkes menetapkan batas harian konsumsi GGL maksimal adalah 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan lemak per hari. (P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |