Mendikti Bentuk Tim Usut Dugaan Pemalsuan Riset demi Travel Grant

5 hours ago 1

MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengungkapkan dugaan pemalsuan riset dan identitas oleh empat warga negara Indonesia yang ramai diperbincangkan di media sosial diduga dilakukan untuk memperoleh fasilitas travel grant atau bantuan perjalanan ke luar negeri. Kemendiktisaintek kini membentuk tim khusus untuk mengusut kasus tersebut.

Brian mengatakan tim tersebut dibentuk setelah Kementerian menerima berbagai informasi dari media sosial mengenai dugaan pelanggaran integritas penelitian. Tim itu juga melibatkan pimpinan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) karena seluruh terduga pelaku merupakan lulusan perguruan tinggi tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kami sudah membentuk tim khusus untuk tindak lanjut. Tim ini juga ada dari pimpinan UNY. Dari hasil penelusuran dan wawancara yang dilakukan UNY, dugaan sementara cukup kuat bahwa mereka ingin memanfaatkan travel grant luar negeri,” kata Brian saat ditemui di kompleks DPR, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Brian, penelusuran awal menunjukkan keempat terduga pelaku tidak berstatus dosen maupun peneliti aktif. Karena itu, kementerian tidak dapat langsung menempuh mekanisme komisi etik atau komisi disiplin yang biasa diterapkan kepada sivitas akademika. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya mencari dasar hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kita ingin memberikan efek jera. Jangan sampai tindakan seperti ini dianggap tidak ada konsekuensinya. Ini merugikan kredibilitas bangsa dan peneliti-peneliti Indonesia yang selama ini bekerja keras menghasilkan riset berkualitas,” ujar Brian.

Ia mengatakan jumlah terduga pelaku yang saat ini sedang didalami masih empat orang. Beberapa nama lain yang sempat beredar di media sosial, kata dia, setelah diverifikasi ternyata tidak terkait dengan kasus tersebut. Kementerian juga masih membuka masukan dan informasi tambahan dari masyarakat untuk memperkuat proses investigasi.

Brian menambahkan pihaknya tengah mempertimbangkan koordinasi dengan aparat penegak hukum guna melihat kemungkinan adanya unsur pelanggaran yang dapat diproses secara hukum. Menurut dia, kasus tersebut tidak hanya menyangkut integritas individu, tetapi juga berpotensi mencoreng reputasi penelitian Indonesia di mata dunia.

“Jangan karena tindakan oknum-oknum ini kemudian semua penelitian Indonesia dianggap bermasalah. Banyak peneliti kita yang betul-betul bekerja secara profesional dan berkelas dunia,” kata Brian.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |