Ancaman Kekeringan, PU Amankan Air untuk Produksi Padi

4 hours ago 3

ANCAMAN El Nino yang berpotensi memicu kekeringan di Pulau Jawa membuat pemerintah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga produksi padi. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pencarian sumber air baru, termasuk air bawah tanah, serta menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk menjaga pasokan irigasi ke sawah.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan Pulau Jawa menjadi wilayah yang mendapat perhatian karena menjadi lumbung padi nasional. Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak El Nino diperkirakan paling terasa di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Antisipasi El Nino kami titik beratnya di Jawa, karena Jawa ini kebetulan lumbung padi nasional," kata Dody seusai meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sragen, Jawa Tengah, Ahad, 26 Juli 2026.

Menurut Dody, pemerintah telah melakukan antisipasi sejak dua hingga tiga bulan lalu. Salah satu langkah yang disiapkan adalah operasi modifikasi cuaca apabila kondisi bendungan mengalami kekeringan hingga batas kritis. Rekayasa hujan nantinya diarahkan ke kawasan sekitar bendungan agar air yang turun dapat masuk ke waduk dan dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi.

"Kalau bendungan mengering sampai suatu titik kritis, biasanya kita bekerja sama dengan BMKG melakukan operasi modifikasi cuaca di area sekitar bendungan," ujar Dody.

Ia mengatakan upaya mendatangkan hujan tepat di atas bendungan sulit dilakukan karena faktor cuaca yang tidak mudah dikendalikan. Karena itu, pemerintah memilih wilayah sekitar bendungan sebagai lokasi operasi modifikasi cuaca agar aliran air tetap menuju sumber tampungan.

Selain mengandalkan rekayasa cuaca, Kementerian PU juga memperbanyak pengeboran untuk mencari sumber air tanah. Pencarian tersebut dilakukan terutama di wilayah yang sumber air permukaannya mulai berkurang akibat musim kemarau.

Dody mengatakan pemerintah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggunakan teknologi isotop untuk mendeteksi keberadaan sumber air di bawah tanah. Teknologi tersebut digunakan untuk mencari potensi sungai bawah tanah yang banyak ditemukan di kawasan dengan karakteristik batuan kapur. "Negara kita ini banyak kapur. Di bawah tanah biasanya banyak sungai bawah tanah," tuturnya.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi pencarian air bawah tanah menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo agar pemerintah menggunakan inovasi untuk mendukung ketahanan pangan. Setelah sumber air ditemukan, pemerintah akan membangun sumur bor agar air dapat dialirkan ke lahan pertanian di sekitarnya.

"Yang kita kejar sekarang sebanyak-banyaknya mendapatkan sumber air bawah tanah, kemudian kita bikin bor sebanyak-banyaknya untuk mengalirkan kepada sawah-sawah terdekat," ucap Dody.

Ia mengatakan pemerintah ingin menjaga produktivitas petani agar tidak turun meski menghadapi kondisi kekeringan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung target swasembada pangan pada 2026-2027.

"Kami harus maintain supaya produktivitas petani tidak turun sama sekali meskipun dalam kondisi kekeringan seperti sekarang," katanya.

Dody menambahkan, pemerintah masih memantau perkembangan kondisi cuaca karena sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kondisi berbeda. Papua dan Sumatera Barat, misalnya, masih menghadapi banjir, sementara Pulau Jawa diprediksi menjadi wilayah yang mengalami tekanan kekeringan lebih besar.

Karena itu, pemerintah memusatkan perhatian pada pengamanan pasokan air di Jawa untuk menjaga keberlangsungan produksi padi nasional. "Kebetulan pas lumbung padi nasional pula, jadi memang kita fokus di situ," ungkap Dody.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |