Melbourne Symphony Orchestra Gelar Kolaborasi Seni di Yogya

8 hours ago 3

KELOMPOK Melbourne Symphony Orchestra Australia menggelar rangkaian kolaborasi seni dengan melibatkan pelaku budaya di Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung dari 12 hingga 16 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Momentum yang bertepatan dengan perayaan 10 tahun sister province antara Negara Bagian Victoria, Australia dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu menghadirkan delegasi musisi hingga manajemen Melbourne Symphony Orchestra. Kolaborasi tersebut berfokus pada transfer pengetahuan dalam pengelolaan seni sekaligus memperdalam hubungan emosional antara Indonesia dan Australia melalui praktik berkesenian.

"Program ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas pelaku budaya melalui berbagai workshop dan pendampingan," kata Chief Operating Officer Melbourne Symphony Orchestra Suzanne Dembo, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia mengungkapkan selama hampir sepekan, kelompok itu akan menampilkan sejumlah proyek kolaborasi. Pentas Ruwat Ruwet pada 12 Juli di Taman Budaya Yogyakarta, lalu Youth Music Camp dan Arts Management Workshop pada 13–15 Juli 2026 di Kaliurang, serta Music Composition Workshop pada 13–14 Juli 2026 bekerja sama dengan Art Music Today. Seluruh rangkaian akan ditutup melalui Konser Kolaborasi pada 16 Juli 2026 yang sekaligus menandai dimulainya Bulan Warisan Dunia DIY.

Konser yang dipusatkan di Auditorium Universitas Sanata Dharma itu mengusung tema A Decade: A Deeper Understanding. Konser tersebut akan menampilkan 25 peserta Youth Music Camp yang terpilih dari hampir 80 pendaftar bersama para musisi Melbourne Symphony Orchestra. Konser juga akan menghadirkan world premiere karya kolaborasi komposer Indonesia Vishnu Satyagraha dan komposer Australia Thomas Green berjudul Dharma yang dipadukan dengan pertunjukan wayang oleh Fani Rickyansah. 

Selain itu, sejumlah alumni program seperti Raden Dwiyatama Darmasakti, Yosef Yudha Prasetya, dan Shelia Sanjaya, turut mengambil peran penting dalam penyelenggaraan konser.

Head of Operations Melbourne Symphony Orchestra, Callum Moncrieff, menambahkan bahwa untuk program Arts Management Workshop dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan mengelola proyek seni secara menyeluruh. "Sebanyak 25 peserta telah dipilih dari 78 pendaftar untuk mengikuti pelatihan intensif bersama tim manajemen Melbourne Symphony Orchestra. Kami ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana merancang, mengelola, hingga mewujudkan sebuah proyek seni yang berdampak," kata Callum.

Ia menjelaskan, kelompok yang menampilkan Pentas Ruwat Ruwet merupakan tim terbaik Arts Management Workshop 2025 yang telah mendapatkan supervisi dan pendampingan selama kurang lebih delapan bulan dari Melbourne Symphony Orchestra bersama Dinas Kebudayaan DIY. "Para peserta diharapkan mampu mengembangkan proyek-proyek seni lainnya di masa mendatang," kata dia.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |