Masuk Daftar Elite Pencetak Hattrick Inggris di Piala Dunia, Bukayo Saka: Rasanya Luar Biasa

6 days ago 4
 Rasanya Luar Biasa PENYERANG timnas Inggris, Bukayo Saka.(Dok. Instagram FIFA World Cup 2026)

PENYERANG timnas Inggris, Bukayo Saka, mengungkapkan rasa bangganya setelah resmi bergabung dalam daftar elite pemain The Three Lions yang pernah mencetak hattrick di putaran final Piala Dunia 2026. Prestasi ini diraihnya usai tampil gemilang dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Prancis.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Miami, Amerika Serikat, Minggu (19/7) WIB, Saka memborong tiga gol untuk memastikan kemenangan Inggris. Dengan torehan tersebut, pemain Arsenal berusia 24 tahun ini menjadi pemain keempat dalam sejarah Inggris yang membukukan trigol di Piala Dunia, bersanding dengan nama-nama besar seperti Geoff Hurst (1966), Gary Lineker (1986), dan Harry Kane (2018).

"Rasanya luar biasa. Saya sangat menikmatinya dan tentu ini pencapaian yang hebat. Saya baru diberi tahu bahwa hanya ada empat pemain Inggris yang pernah mencetak hattrick di Piala Dunia. Itu adalah daftar yang sangat elite dan saya bangga bisa menjadi bagian darinya," ujar Saka sebagaimana dikutip dari laman resmi FIFA.

Selain masuk daftar pencetak hattrick, Saka juga mengukir rekor lain. Ia menjadi pemain ketiga Inggris yang mampu mencetak minimal tiga gol dalam dua edisi Piala Dunia yang berbeda, mengikuti jejak legendaris Gary Lineker dan Harry Kane.

Meski mencatatkan prestasi individu yang mentereng, Saka mengakui adanya sedikit kekecewaan karena Inggris gagal menembus partai puncak. Namun, ia menegaskan pentingnya menutup turnamen dengan kemenangan.

"Kami ingin mengakhiri turnamen dengan kuat karena sebagai sebuah tim kami merasa pantas untuk itu. Tentu kami percaya seharusnya bisa melangkah hingga final, namun kenyataannya kami bermain hari ini dan kami ingin menutupnya dengan baik. Saya senang kami berhasil melakukannya," tambahnya.

Kemenangan atas Prancis ini memastikan Inggris mengakhiri Piala Dunia 2026 sebagai juara ketiga. Hasil ini merupakan pencapaian terbaik mereka sejak menjadi juara pada edisi 1966, sekaligus menjadi rekor terbaik Inggris dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia yang digelar di luar kandang sendiri.

Saka juga membagikan momen di ruang ganti, di mana pelatih Thomas Tuchel memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh skuad. Tuchel, yang akan segera mengakhiri masa tugasnya, menyampaikan pesan emosional kepada para pemain.

"Dia mengatakan betapa bangganya dia kepada kami dan bahwa dia akan merindukan kami. Kami juga akan saling merindukan. Selama enam atau tujuh pekan kami membangun kebersamaan yang luar biasa. Kami meninggalkan turnamen ini dengan rasa bangga dan akan fokus untuk menjadi juara pada kesempatan berikutnya," pungkas Saka. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |