Robot humanoid Tiongkok.(Al Jazeera)
SEJUMLAH maskapai penerbangan besar di Amerika Serikat mulai memperketat aturan dengan melarang robot humanoid dan robot menyerupai hewan untuk masuk ke dalam kabin maupun bagasi terdaftar. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran terkait potensi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh perangkat teknologi canggih tersebut.
Tren pelarangan ini dipicu oleh insiden awal tahun ini saat seorang penumpang Southwest Airlines membawa pendamping robot ke dalam pesawat. Kejadian tersebut mendorong maskapai berbiaya rendah itu untuk mengumumkan larangan resmi pada Mei lalu, dengan alasan utama keamanan baterai.
United dan Delta Ikuti Langkah Larangan
United Airlines baru-baru ini menetapkan kebijakan serupa yang melarang robot humanoid dan menyerupai hewan di seluruh area pesawat. Kebijakan yang mulai berlaku sejak 23 Juli ini disebut sebagai langkah proaktif untuk mengantisipasi penggunaan teknologi robotik yang semakin meluas di masyarakat.
"Kami percaya perubahan ini akan membantu memastikan keselamatan pelanggan dan kru kami," ujar juru bicara United Airlines. Pihak maskapai menekankan bahwa robot yang menyerupai makhluk hidup sering kali ditenagai oleh jenis baterai yang kapasitasnya melampaui batas yang diizinkan dalam penerbangan.
Delta Air Lines juga menerapkan larangan serupa sejak Juni. Delta secara spesifik menyoroti perangkat robotik yang mengandung baterai litium dengan kapasitas watt-hour yang melebihi batas ketentuan karena dapat memicu risiko kebakaran dan keamanan serius.
Risiko Baterai Litium-Ion
Ravinder Dahiya, seorang profesor dan ahli robotika dari Northeastern University, menjelaskan bahwa sebagian besar robot humanoid saat ini ditenagai oleh baterai litium-ion yang berat. Baterai jenis ini memiliki risiko bahaya kebakaran yang tinggi jika meledak atau salah dalam penanganan.
"Terkait masalah keselamatan, saya sama sekali tidak menentang larangan tersebut," kata Dahiya. Namun, ia mencatat bahwa bagi para peneliti, aturan ini bisa menjadi hambatan karena mereka sering kali harus membawa robot untuk keperluan demonstrasi atau riset.
Hingga saat ini, maskapai lain seperti JetBlue dan American Airlines belum menerapkan larangan serupa. Meski robot humanoid masih jarang ditemukan di luar laboratorium atau pabrik, para tokoh teknologi seperti Elon Musk memprediksi bahwa keberadaan mereka akan menjadi hal yang umum di masa depan, yang kemungkinan akan memaksa industri penerbangan global untuk merumuskan regulasi yang lebih permanen. (CBS/I-2)

















































