Batam Kekurangan 500 Guru, Disdik Validasi 4.877 Tenaga Pendidik

5 hours ago 1
 Batam Kekurangan 500 Guru, Disdik Validasi 4.877 Tenaga Pendidik Ribuan guru dan tenaga kependidikan mengikuti validasi fisik di Dataran Engku Putri, Batam Centre(MI/Hendri Kremer)

KOTA Batam masih menghadapi kekurangan sekitar 500 guru, dengan kebutuhan terbesar berada pada jenjang SMP negeri di wilayah daratan (mainland). Untuk memetakan kebutuhan tenaga pendidik sekaligus memperkuat akurasi data kepegawaian, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam melakukan validasi fisik terhadap 4.877 guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan validasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperoleh data riil mengenai kondisi tenaga pendidik di setiap sekolah. Pendataan itu akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan, mulai dari pemerataan distribusi guru hingga usulan penambahan formasi aparatur.

"Validasi ini akan menjadi acuan dalam menentukan kebutuhan guru di setiap satuan pendidikan. Dengan data yang akurat, penempatan tenaga pendidik dapat dilakukan lebih tepat sesuai kebutuhan masing-masing sekolah," katanya, Rabu (5/8).

Ia menjelaskan, proses validasi berlangsung selama tujuh hari dengan pembagian berdasarkan wilayah sekolah. Pengaturan jadwal dilakukan agar kegiatan verifikasi tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Menurut dia, hasil validasi akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi tenaga pendidik di Batam, termasuk sekolah yang mengalami kekurangan maupun kelebihan guru. Data tersebut selanjutnya menjadi dasar evaluasi pemerataan guru antarsekolah serta penyusunan kebijakan redistribusi tenaga pendidik.

Selain itu, hasil pendataan juga akan digunakan dalam perencanaan penambahan ruang kelas, pembangunan sekolah baru, serta pemenuhan kebutuhan guru seiring meningkatnya jumlah peserta didik di sejumlah kawasan.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik, Pemkot Batam telah mengusulkan sebanyak 305 formasi aparatur sipil negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2026 kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut saat ini masih menunggu persetujuan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, mengatakan validasi fisik juga dilakukan untuk memastikan seluruh data guru dan tenaga kependidikan sesuai dengan kondisi riil di lapangan serta mencegah munculnya tenaga pendidik fiktif dalam sistem administrasi penggajian.

Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi menyusul ditemukannya kasus tenaga pendidik fiktif di sejumlah daerah di Indonesia.

"Jangan sampai ada tenaga siluman. Namanya ada, tetapi orangnya tidak ada, sementara anggaran honor tetap berjalan. Ini yang ingin kita bersihkan," ujar Firmansyah saat meninjau pelaksanaan validasi di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Selasa (4/8).

Dalam proses verifikasi, seluruh guru diwajibkan hadir secara langsung dengan membawa dokumen asli berupa Surat Keputusan (SK) pengangkatan, kartu tanda penduduk (KTP), nomor rekening, kartu ATM, dan buku tabungan. Seluruh dokumen tersebut dicocokkan dengan identitas pemilik untuk memastikan keabsahan data.

Firmansyah menegaskan, validasi fisik tidak hanya bertujuan membersihkan data administrasi, tetapi juga memperkuat tata kelola pendidikan di Batam. Data yang telah diverifikasi akan menjadi dasar dalam pengelolaan anggaran pendidikan, pemerataan tenaga pendidik, serta penyusunan kebijakan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan secara lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. (E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |