Manfaat Olahraga bagi Jantung dan Otak sesuai Panduan AHA

1 week ago 15
Manfaat Olahraga bagi Jantung dan Otak sesuai Panduan AHA ilustrasi(Magnific)

Olahraga tidak hanya bertujuan meningkatkan kebugaran atau kekuatan fisik, tetapi juga menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh. Menurut American Heart Association (AHA), aktivitas fisik rutin membantu menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.

Sejalan dengan itu, gerakan Exercise is Medicine mendorong tenaga kesehatan untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan melalui rekomendasi olahraga yang dipersonalisasi bagi setiap pasien.

Mengapa Olahraga Berpengaruh terhadap Jantung dan Otak

Berdasarkan data dari AHA, olahraga membantu jantung memompa darah lebih efisien. Hal ini memastikan distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh menjadi lebih optimal. Dampak positifnya tidak hanya menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap terkendali, tetapi juga secara signifikan menurunkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, diabetes tipe 2, hingga hipertensi.

Selain jantung, aliran darah yang lebih lancar memberikan manfaat besar bagi otak. Aktivitas fisik membantu mempertahankan fungsi kognitif, termasuk daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir yang sering kali menurun seiring bertambahnya usia.

Panduan Aktivitas Fisik untuk Dewasa dan Anak

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal, AHA memberikan panduan durasi olahraga berdasarkan kelompok usia:

1. Orang Dewasa

  • Melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas intensitas tinggi per minggu.
  • Melakukan latihan penguatan otot (seperti latihan beban) minimal dua kali seminggu.
  • Mengurangi waktu duduk diam dan meningkatkan aktivitas fisik secara bertahap hingga 300 menit per minggu untuk manfaat yang lebih besar.

2. Anak-anak dan Remaja

  • Usia 3–5 tahun: Dianjurkan untuk aktif bergerak sepanjang hari guna mendukung pertumbuhan.
  • Usia 6–17 tahun: Disarankan melakukan setidaknya 60 menit aktivitas fisik setiap hari, didominasi oleh aktivitas aerobik.
  • Latihan Tambahan: Aktivitas intensitas tinggi serta penguatan otot dan tulang dianjurkan sedikitnya tiga hari dalam seminggu.

Catatan untuk Pemula: Bagi penyandang disabilitas atau mereka yang memiliki penyakit kronis, AHA menyarankan untuk memulai olahraga secara bertahap dan menyesuaikan jenis aktivitas dengan kondisi fisik masing-masing.

Melalui konsep Exercise is Medicine, olahraga kini dipandang sebagai bagian dari upaya medis dalam menjaga kesehatan, bukan sekadar aktivitas kebugaran tambahan. Konsistensi dalam bergerak menjadi kunci utama untuk memperoleh manfaat kesehatan jangka panjang. (AHA/E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |