Longsor di Chongqing Tiongkok: 8 Tewas dan 34 Orang Hilang

1 week ago 9
 8 Tewas dan 34 Orang Hilang ilustrasi(Anadolu)

Sedikitnya delapan orang dilaporkan meninggal dunia dan 34 lainnya masih dinyatakan hilang setelah hujan lebat memicu tanah longsor di wilayah barat daya Tiongkok pada Jumat (17/7). Bencana ini melanda kawasan pegunungan di sepanjang Sungai Wujiang, Kota Chongqing.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Xinhua, material longsor yang jatuh dari lereng gunung menyebabkan sejumlah rumah warga ambruk. Hingga saat ini, tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi 10 orang dalam kondisi selamat, sementara operasi pencarian terhadap puluhan korban lainnya masih terus berlangsung di lokasi kejadian.

Respons Darurat dan Pengerahan Personel

Menanggapi skala bencana tersebut, Kementerian Manajemen Darurat China telah mengaktifkan respons darurat nasional Level II. Sebanyak hampir 400 personel penyelamat yang dilengkapi dengan peralatan berat telah dikerahkan oleh berbagai instansi untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material longsor.

Sebagai bentuk dukungan finansial, Kementerian Keuangan bersama Kementerian Manajemen Darurat mengalokasikan dana bantuan bencana dari pemerintah pusat sebesar 50 juta yuan atau sekitar Rp113,5 miliar (kurs 7,36 juta dolar AS). Dana ini ditujukan untuk mendukung upaya penanganan darurat di wilayah terdampak.

Instruksi Presiden Xi Jinping

Presiden Tiongkok Xi Jinping memberikan instruksi khusus agar seluruh pihak melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan secara sistematis korban longsor China. Ia menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan untuk menghindari terjadinya bencana susulan yang dapat membahayakan tim penyelamat maupun warga sekitar.

Selain meminta penanganan medis yang memadai bagi korban luka, Xi Jinping juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terkait penyebab bencana ini. "Upaya juga harus dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab bencana, mengambil pelajaran dari peristiwa ini, serta melakukan penyaringan dan penghapusan secara menyeluruh terhadap potensi risiko bencana geologi," tegas Xi.

Saat ini, otoritas setempat masih terus memantau kondisi cuaca dan stabilitas tanah di sekitar Sungai Wujiang guna memastikan keamanan selama proses penanganan pascabencana berlangsung. (Ant/E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |