Poster film Kung Fu Soccer(imdb)
STUDIO efek visual (VFX) asal Jakarta, LMN VFX, mencatatkan pencapaian gemilang dengan terlibat dalam produksi film terbaru karya sutradara legendaris Stephen Chow, Kung Fu Soccer. Keterlibatan ini mempertegas posisi talenta lokal dalam kancah sinema global.
Co-Founder LMN VFX, Fabian Loing, menyatakan bahwa proyek ini merupakan milestone penting bagi studio dalam mengadopsi standar produksi internasional.
"Di saat yang sama, proyek ini menjadi langkah kami untuk terus belajar dari perkembangan industri global di Asia, yang saat ini berada di depan dalam banyak aspek produksi visual," ujar Fabian dalam keterangan resmi, dikutip Senin (17/8/2026).
Kung Fu Soccer sendiri merupakan karya penyutradaraan film panjang pertama Stephen Chow sejak 2019. Film ini dikembangkan sebagai penerus spiritual dari film ikonik Shaolin Soccer (2001), namun dengan fokus cerita pada tim sepak bola perempuan. Di Indonesia, film ini didistribusikan oleh Encore Films dan mulai tayang di jaringan bioskop sejak 12 Agustus 2026.
Performa Global Kung Fu Soccer
Sebelum menyapa penonton di tanah air, film ini telah meraih kesuksesan besar di pasar internasional, khususnya di Tiongkok. Berikut adalah data performa film tersebut hingga pertengahan Agustus 2026:
| Tanggal Rilis Tiongkok | 11 Juli 2026 |
| Tanggal Rilis Indonesia | 12 Agustus 2026 |
| Total Pendapatan | Lebih dari Rp5 triliun |
| Jumlah Penonton | Lebih dari 63 juta orang |
Rekam Jejak dan Proyek Masa Depan
LMN VFX, yang merupakan bagian dari ekosistem SALY Entertainment, memiliki portofolio yang impresif baik di tingkat nasional maupun internasional. Keterlibatan mereka dalam proyek global memberikan kesempatan bagi kreator lokal untuk berkarya di level dunia tanpa harus pindah ke luar negeri.
Beberapa karya populer yang pernah ditangani oleh LMN VFX antara lain:
- Internasional: Serial Moving, Alice in Borderland, dan One Piece.
- Nasional/Original Netflix: Ghost in the Cell, Ratu Ratu Queens, Kabut Berduri, dan Dear David.
Saat ini, studio tengah menggarap efek visual untuk Dragonlord, film fantasy punk karya sutradara Swedia, David Sandberg (dikenal lewat Kung Fury). Proyek ini menuntut kompleksitas CGI yang sangat tinggi, menggabungkan elemen aksi, komedi, dan fiksi ilmiah.
VFX Editor LMN VFX, Fadil Zamroni, mengungkapkan kepuasannya bekerja di studio lokal dengan skala proyek global.
"Yang membuat saya bertahan adalah proyek-proyek besar internasional yang bisa saya kerjakan di sini. Hal inilah yang dulu saya kira harus dikejar ke luar negeri," ungkapnya.
Ekspansi Talenta
Seiring dengan meningkatnya volume produksi, Founder dan CEO LMN VFX, Andi Wijaya, mengonfirmasi bahwa studio tengah membuka rekrutmen besar-besaran hingga akhir 2026. Posisi yang dibuka meliputi Houdini FX/Crowd, 3D Environment, 3D asset, look development, hingga compositing.
"Kami mencari talenta yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga semangat untuk belajar cara kerja standar produksi internasional," pungkas Andi. Informasi lowongan ini dapat diakses secara berkala melalui halaman LinkedIn resmi LMN VFX. (Ant/Z-1)

















































