Pelatih timnas Argentina Lionel Scaloni usai menerima medali perak Piala Dunia 2026.(AFP/Paul ELLIS)
PELATIH timnas Argentina, Lionel Scaloni, tidak mampu membendung air mata saat berbicara mengenai masa depannya setelah kekalahan menyakitkan dari timnas Spanyol di final Piala Dunia 2026, Senin (20/7) WIB. Scaloni meninggalkan konferensi pers pascapertandingan dalam kondisi emosional, memicu spekulasi besar mengenai kelanjutan kariernya bersama Albiceleste.
Scaloni, yang kini berusia 48 tahun, sebenarnya berpeluang mencatatkan sejarah sebagai manajer kedua yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia setelah kesuksesannya membawa Argentina juara di Qatar pada 2022. Namun, ambisi tersebut dipatahkan oleh juara Eropa, Spanyol, yang tampil dominan.
Kekalahan Tipis di Babak Perpanjangan Waktu
Pertandingan puncak tersebut berlangsung sengit hingga memasuki babak tambahan. Spanyol asuhan Luis de la Fuente akhirnya memastikan kemenangan 1-0 berkat gol tunggal Ferran Torres di masa extra-time. Hasil ini membuat Spanyol berhasil mengawinkan gelar juara Eropa dengan trofi Piala Dunia.
Bagi Scaloni, kekalahan ini terasa sangat menyesakkan. Kontrak pelatih yang membawa Argentina memenangkan Copa America dan Piala Dunia ini akan segera berakhir pada Desember mendatang. Saat ditanya mengenai masa depannya, ia tampak sangat terpukul.
"Saya akan berbicara dengan presiden (AFA). Saya memiliki ide tentang apa yang ingin saya lakukan. Saya akan menyelesaikan kontrak saya dan saya merasa perlu (berpikir), saya tidak tahu apakah sesuatu yang sebesar ini bisa dilakukan lagi. Kami perlu membicarakan hal ini," ujar Scaloni sambil terisak.
Isyarat Kelelahan Mental
Dalam pernyataannya, Scaloni mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada federasi atas kesempatan yang diberikan. Ia menyebut posisi pelatih Argentina sebagai "tempat impian" bagi semua orang. Namun, ia juga mengisyaratkan adanya kelelahan mental untuk membangun kembali tim yang kompetitif.
"Untuk melanjutkan, Anda membutuhkan banyak hal, terutama mengatur ulang pikiran (resetting your mind), melakukan reboot, dan menciptakan grup seperti ini lagi. Sangat sulit untuk menciptakan hal seperti itu kembali," tambahnya.
Scaloni sempat meminta maaf kepada para jurnalis karena tidak bisa melanjutkan sesi tanya jawab akibat emosi yang meluap. "Tolong mengerti saya, saya tidak tahu apakah saya bisa melanjutkan. Ini benar-benar menyakitkan, saya sangat menyesal," ucapnya sebelum berdiri dan meninggalkan ruangan.
Statistik Kunci Final:
- Skor Akhir: Spanyol 1-0 Argentina (AET)
- Pencetak Gol: Ferran Torres (Extra Time)
- Status Kontrak Scaloni: Berakhir Desember 2026
Hingga saat ini, pihak Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) belum memberikan pernyataan resmi terkait masa depan Scaloni. Namun, pernyataan emosional sang pelatih di ruang pers menjadi sinyal kuat bahwa era kepemimpinannya mungkin akan segera berakhir setelah pengabdian yang luar biasa sejak 2018. (bbc/Z-1)

















































