Petugas gabungan berusaha memadamkan kobaran api yang melalap area lahan di Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu .(MI/Denny Susanto-HO)
MUSIM kemarau dan udara kering memicu lonjakan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kondisi ini menyebabkan Kawasan Hidrologi Gambut (KHG) mulai mengering, termasuk area vital di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.
"Hasil pantauan kita di lapangan, kondisi sungai dan embung mengalami penurunan debit air cukup signifikan akibat kemarau. Demikian juga kondisi lahan gambut juga mulai mengering sehingga perlu diwaspadai," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Roni Eka Saputra, Sabtu (11/7).
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kalsel segera melakukan pembasahan (rewetting) pada lahan-lahan gambut yang kritis guna mencegah potensi kebakaran yang lebih luas.
"Kita tahu kebakaran lahan gambut ini sulit diatasi sehingga perlu kita lakukan pencegahan sedini mungkin, terlebih yang berada di ring satu sekitar Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru," tuturnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, titik api terus bermunculan di wilayah Kalsel, termasuk Kota Banjarbaru. Beberapa lokasi kebakaran bahkan terdeteksi berada di kawasan yang berdekatan dengan Bandara Syamsudin Noor, yang dapat mengancam aktivitas penerbangan jika kabut asap menebal.
SINERGI KEMENHUT-TIM GABUNGAN
Penanganan karhutla di Kalsel kini menjadi prioritas Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Kalimantan dan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, pemerintah pusat turun langsung membantu satgas daerah.
Pekan lalu, tim gabungan dari Kemenhut bersama BPBD Kabupaten Tanah Laut dan Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan VI/Tanah Laut telah melakukan pemadaman karhutla di kawasan Tanggul, Desa Padang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.
KEBAKARAN PERMUKIMAN DAN PASAR
Selain mengancam hutan dan lahan, cuaca ekstrem dan udara kering juga memicu rentetan kebakaran di kawasan permukiman dan pusat ekonomi.
Pada Jumat (10/7), kebakaran besar melanda kawasan Pasar Lima Banjarmasin dan menghanguskan sedikitnya 162 kios.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin, Hendro, menyebutkan bahwa luasnya area yang terbakar membuat upaya pemadaman membutuhkan waktu hingga 10 jam.
Api yang mulai berkobar sekitar pukul 01.30 WITA dini hari baru bisa dijinakkan total pada pukul 11.00 WITA.
Blok pasar yang luluh lantak tersebut diketahui menjual berbagai kebutuhan harian warga, mulai dari ikan asin, perabotan rumah tangga, kelontong, hingga bahan bangunan. Kerugian materiel akibat bencana ini ditaksir mencapai miliaran rupiah. (DY/P-2)

















































