Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps(AFP)
DIDIER Deschamps menyudahi masa baktinya sebagai pelatih kepala tim nasional Prancis setelah menelan kekalahan dramatis 4-6 dari Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Minggu (19/7) pagi WIB.
Laga ke-185 yang sekaligus menjadi laga sayonara bagi Deschamps ini berjalan penuh drama. Les Bleus sempat tampil buruk dan tertinggal telak 0-4 pada babak pertama. Meski mampu bangkit dan mencetak empat gol selepas turun minum, performa impresif di babak kedua tersebut gagal menyelamatkan Prancis dari kekalahan.
"Kami menjalani babak pertama yang tidak bisa diterima. Itu adalah kesalahan saya," kata Deschamps dikutip dari CNA.
Pelatih berusia 57 tahun itu menilai timnya mampu menunjukkan respons pada babak kedua, tetapi mengakui hasil tersebut tetap mengecewakan setelah datang ke Piala Dunia dengan ambisi meraih gelar ketiga.
"Kami datang dengan ambisi besar. Kami gagal saat melawan Spanyol, tetapi tim ini memiliki kualitas," ujarnya.
Deschamps juga mengenang kebersamaan bersama skuad Prancis selama turnamen.
"Secara manusiawi, ini adalah perjalanan yang indah," ucapnya.
Sebelum kalah dari Inggris, Prancis lebih dulu disingkirkan Spanyol dengan skor 0-2 pada semifinal.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) memberikan penghormatan kepada Deschamps yang menutup masa baktinya dengan 185 pertandingan dan 120 kemenangan bersama Les Bleus.
Dalam pernyataannya, FFF menyebut Deschamps telah menghadirkan standar tinggi, disiplin, semangat kolektif, dan kecintaan terhadap seragam timnas Prancis.
Selama 14 tahun memimpin, Deschamps membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League 2021, serta menjadi finalis Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2022.
FFF juga menilai pengabdian Deschamps kepada timnas Prancis, baik sebagai pemain maupun pelatih, telah meninggalkan jejak yang tidak akan terlupakan.
"Terima kasih, Didier," tulis FFF.
(P-4)

















































