Krisis Air Bersih di Banjarnegara Meluas ke 11 Desa, BPBD Salurkan 1 Juta Liter Air

1 week ago 8
Krisis Air Bersih di Banjarnegara Meluas ke 11 Desa, BPBD Salurkan 1 Juta Liter Air Warga mengambil air di sumber mata air yang mulai berkurang debitnya.(Dok. Antara)

MUSIM kemarau panjang yang melanda Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berdampak pada meluasnya krisis air bersih di wilayah tersebut. Hingga saat ini, jumlah desa yang terdampak kekeringan dilaporkan bertambah menjadi 11 desa yang tersebar di empat kecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, mengungkapkan bahwa wilayah yang mengalami krisis air bersih meliputi:

  • Kecamatan Mandiraja: Desa Somawangi, Jalatunda, dan Kaliwungu.
  • Kecamatan Purwanegara: Desa Merden.
  • Kecamatan Bawang: Desa Serang, Wanadri, Gemuruh, dan Kebondalem.
  • Kecamatan Pagedongan: Desa Duren, Kebutuh Duwur, dan Kebutuh Jurang.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui BPBD terus mengintensifkan distribusi bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian warga. Penyaluran dilakukan secara bergiliran dengan menyesuaikan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak.

Pada Rabu (15/7), BPBD menyalurkan bantuan sebanyak 14 tangki air ke Desa Jalatunda, Kebondalem, Wanadri, dan Merden. Operasi distribusi ini didukung oleh tiga unit mobil tangki milik BPBD Banjarnegara dan satu unit mobil tangki dari Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarnegara.

“Hingga Rabu (15/7), BPBD Banjarnegara telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 1.030.000 liter kepada 3.725 keluarga atau 11.720 jiwa melalui 206 kali pengiriman,” ujar Aji pada Kamis (16/7).

Aji memastikan bahwa stok pasokan air bersih untuk bantuan saat ini masih mencukupi. Dengan demikian, proses distribusi dipastikan akan terus berlanjut selama musim kemarau berlangsung guna mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih luas.

Pihak BPBD juga mengimbau pemerintah desa yang mulai mengalami kesulitan air bersih untuk segera mengajukan permohonan bantuan secara resmi. Hal ini bertujuan agar proses verifikasi dan penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan air bersih secara hemat dan bijaksana agar kebutuhan selama musim kemarau tetap terpenuhi,” pungkas Aji. (H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |