Ilustrasi(Dok Istimewa)
DI era digital saat ini, menjadi reviewer produk bukan lagi sekadar membuat video lalu mengunggahnya ke media sosial. Persaingan yang semakin ketat membuat setiap kreator harus memiliki nilai lebih agar mampu bertahan dan terus dipercaya oleh audiens maupun berbagai brand.
Hal tersebut dibuktikan oleh Niki Puspita Sari, atau yang lebih dikenal dengan nama Nickysya. Kreator konten yang memiliki lebih dari 2,6 juta pengikut di TikTok @nickysya dan 204 ribu followers di Instagram @nickysya_23 ini sukses membangun personal branding melalui konten review kosmetik, skincare, kuliner, fashion, hingga aktivitas sehari-hari. Berkat konsistensinya, ia berhasil menjadi salah satu affiliate yang dipercaya banyak brand, memperoleh berbagai reward, hingga akhirnya memiliki brand beauty Glenariska serta produk kuliner Sambel Makglen dan Petis Makglen.
Menurut Nickysya, membangun personal branding tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan konsistensi, kejujuran, dan kemampuan memahami apa yang sebenarnya ingin ditonton oleh audiens.
“Audiens sekarang bukan cuma mencari produk bagus, tapi mereka juga mencari orang yang bisa mereka percaya. Jadi sebelum berpikir bagaimana menjual produk, bangun dulu kepercayaan mereka,” ujar Nickysya.
Berikut lima strategi membangun personal branding sebagai reviewer produk yang dibagikan Nickysya.
1. Bangun Karakter yang Mudah Diingat, Jangan Hanya Menjadi Kreator yang Ikut Tren
Menurut Nickysya, banyak kreator baru terlalu fokus mengikuti tren viral tanpa memikirkan identitas yang ingin dibangun. Akibatnya, meskipun ada video yang viral, audiens sering kali tidak mengingat siapa pembuat konten tersebut.
Ia menyarankan agar setiap kreator memiliki ciri khas yang muncul secara konsisten di setiap video. Ciri khas tersebut bisa berupa cara berbicara, gaya editing, cara menjelaskan produk, hingga kalimat yang selalu diucapkan.
Nickysya sendiri dikenal dengan gaya penyampaiannya yang santai dan apa adanya. Saat membuat konten memasak, misalnya, ucapan “kucek kucek hotahe” justru menjadi identitas yang melekat di benak para pengikutnya. Kalimat sederhana tersebut membuat banyak orang langsung mengenali videonya tanpa harus melihat nama akun.
Menurutnya, personal branding yang kuat akan membuat audiens lebih mudah mengingat seorang kreator dibanding hanya mengingat produk yang sedang direview. Ketika karakter sudah terbentuk, setiap konten yang diunggah memiliki peluang lebih besar mendapatkan perhatian karena penonton sudah merasa akrab dengan sosok kreatornya.
2. Jadikan Review Sebagai Cerita, Bukan Sekadar Promosi Produk
Nickysya mengungkapkan bahwa salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan reviewer pemula adalah terlalu fokus menjelaskan spesifikasi atau manfaat produk seperti sedang membaca katalog. Padahal, penonton lebih tertarik mendengarkan pengalaman nyata dibanding sekadar mendengar daftar keunggulan produk.
Karena itu, ia selalu berusaha memasukkan pengalaman pribadi dalam setiap review. Mulai dari alasan mencoba produk, kondisi sebelum menggunakannya, proses pemakaian, hingga hasil yang benar-benar dirasakan.
Menurutnya, pendekatan seperti ini membuat konten terasa lebih natural dan tidak seperti iklan. Penonton pun lebih mudah percaya karena mereka merasa sedang mendengar pengalaman seseorang, bukan sekadar promosi berbayar. Semakin jujur sebuah review disampaikan, semakin besar pula peluang membangun loyalitas audiens dalam jangka panjang.
3. Sisipkan Produk ke Dalam Aktivitas Sehari-hari agar Terlihat Lebih Natural
Salah satu strategi yang membuat konten Nickysya banyak diminati adalah menggabungkan review produk dengan aktivitas sehari-hari melalui konsep “A Day in My Life.”
Menurutnya, cara tersebut jauh lebih efektif dibanding membuat video yang hanya berisi promosi produk selama satu menit penuh.
Misalnya ketika sedang bersiap di pagi hari, ia akan memperlihatkan skincare yang digunakan. Saat memasak, ia bisa menyisipkan review bumbu atau peralatan dapur. Ketika sedang kulineran, ia membagikan pengalaman menikmati makanan sambil menjelaskan rasa dan kualitasnya.
Konsep seperti ini membuat penonton merasa sedang mengikuti keseharian kreator, bukan sedang dipaksa membeli suatu produk.
Nickysya percaya bahwa review yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari akan lebih mudah diterima karena terasa realistis dan relevan dengan aktivitas penonton.
4. Bangun Kepercayaan Sebelum Mengejar Penghasilan Besar
Sebagai kreator yang sukses di dunia affiliate, Nickysya menilai penghasilan besar bukanlah tujuan pertama yang harus dikejar oleh seorang reviewer.
Menurutnya, uang akan datang ketika kepercayaan audiens sudah terbentuk.
Karena itu, ia tidak asal menerima semua tawaran kerja sama. Ia memilih produk yang benar-benar sesuai dengan karakter akun dan berani direkomendasikan kepada para pengikutnya. Ia juga menghindari memberikan klaim yang berlebihan hanya demi meningkatkan penjualan.
Strategi tersebut membuat banyak pengikut merasa yakin terhadap setiap rekomendasi yang diberikan. Dampaknya, banyak produk yang berhasil mencapai target penjualan, sehingga berbagai brand kembali mengajaknya bekerja sama dan memberikan reward atas performa penjualannya.
Menurut Nickysya, hubungan jangka panjang dengan audiens jauh lebih berharga dibanding keuntungan sesaat dari promosi yang tidak sesuai.
5. Jadikan Personal Branding sebagai Jalan Membangun Bisnis Jangka Panjang
Nickysya menegaskan bahwa personal branding bukan hanya berguna untuk mendapatkan endorsement atau kerja sama dengan brand.
Baginya, personal branding juga merupakan modal utama ketika ingin membangun bisnis sendiri.
Setelah bertahun-tahun membangun kepercayaan melalui konten review, ia akhirnya menghadirkan brand beauty Glenariska, serta mengembangkan produk kuliner rumahan berupa Sambel Makglen dan Petis Makglen. Menurutnya, kepercayaan yang telah dibangun dari konten membuat proses memperkenalkan bisnis menjadi lebih mudah karena audiens sudah mengenal karakter dan kredibilitas dirinya.
“Personal branding itu investasi jangka panjang. Ketika orang sudah percaya dengan kita, bukan hanya produk yang mereka lihat, tetapi juga siapa orang di balik rekomendasi tersebut. Itu yang harus dijaga oleh setiap kreator,” tutup Nickysya.
Perjalanan Nickysya menjadi bukti bahwa membangun personal branding tidak harus dimulai dengan peralatan mahal atau konsep yang rumit. Konsistensi, kejujuran, dan keberanian menjadi diri sendiri justru menjadi fondasi utama yang mampu membawa seorang kreator berkembang, dipercaya banyak brand, hingga memiliki bisnis yang lahir dari hasil kerja kerasnya sendiri. (H-2)

















































