Kota Sukabumi Siaga Kekeringan, PMI Siapkan Tangki Air Bersih

1 week ago 7
Kota Sukabumi Siaga Kekeringan, PMI Siapkan Tangki Air Bersih PMI Kota Sukabumi menyiagakan armada tangki berkapasitas 5 ribu liter yang disiapkan mendistribusikan bantuan air bersih akibat dampak kekeringan. (PMI)

KOTA Sukabumi, Jawa Barat, telah menetapkan status siaga bencana kekeringan. Penetapannya berlaku selama tiga bulan terhitung 1 Juli-30 September 2026.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi merespons penetapan status siaga kekeringan dengan menyiagakan armada tangki air berkapasitas 5 ribu liter. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

Ketua PMI Kota Sukabumi, Suranto Sumowiryo, mengatakan penyediaan armada tangki air bersih merupakan komitmen PMI mendukung pemerintah daerah menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan meningkat seiring menurunnya debit sejumlah sumber mata air. Melalui langkah ini, PMI memastikan pelayanan kemanusiaan dapat segera diberikan apabila terdapat permintaan distribusi air bersih dari masyarakat di wilayah yang terdampak.

"PMI Kota Sukabumi telah menyiapkan armada tangki air bersih berkapasitas 5 ribu liter untuk mendukung penanganan dampak kekeringan. Apabila terdapat permintaan dari masyarakat melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah, kami siap mendistribusikan air bersih secara cepat dan tepat sasaran," kata Suranto, Sabtu (18/7).

PMI Kota Sukabumi akan bekerja sama dengan Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi sebagai penyedia pasokan air bersih. Termasuk dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi sebagai koordinator penanganan kebencanaan di daerah.

PMI juga menyiagakan personel dan relawan untuk mendukung proses distribusi air bersih mulai dari pengisian tangki, pengangkutan, hingga penyaluran di lokasi terdampak. Seluruh proses akan dilakukan secara terkoordinasi bersama BPBD, PDAM, pemerintah kecamatan, dan kelurahan.

"Untuk mempermudah akses layanan, kami juga membuka layanan hotline bagi masyarakat maupun pemerintah kelurahan yang membutuhkan bantuan distribusi air bersih. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan bersama BPBD dan PDAM agar distribusi air bersih dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kondisi di lapangan," pungkasnya. (Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |