Operasi pencarian dan penyelamatan pascagempa di Caravellada dan Cariba, La Guaira, Venezuela.(Dok. (ANTARA/Anadolu/Cem Tekkeşinoğlu)
JUMLAH korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Juni lalu dilaporkan terus meningkat. Hingga data terbaru dirilis, tercatat sebanyak 4.829 orang meninggal dunia dan lebih dari 16.700 lainnya mengalami luka-luka akibat gempa Venezuela tersebut.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyampaikan pembaruan data tersebut pada Rabu waktu setempat. Ia merinci bahwa selain korban jiwa, upaya penyelamatan telah berhasil mengevakuasi ribuan warga dari reruntuhan.
"Sebanyak 4.829 orang tewas, 16.740 terluka, dan 6.462 telah diselamatkan," ujar Rodriguez mengutip data terkini pascabencana tersebut.
Kondisi Pengungsi dan Penyaluran Bantuan
Dampak gempa yang masif menyebabkan krisis kemanusiaan di wilayah terdampak. Rodriguez mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 20.857 orang yang terpaksa tinggal di 106 kamp pengungsian sementara. Selain itu, tercatat 17.907 warga lainnya masih kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah Venezuela mengeklaim telah menyalurkan bantuan kepada 128.324 keluarga. Di sektor kesehatan, sebanyak 34.872 orang telah menerima perawatan medis intensif. Untuk memenuhi kebutuhan logistik dasar, otoritas terkait telah mendistribusikan 10.063 ton bantuan makanan dan lebih dari 24,23 juta liter air bersih.
Operasi Penanggulangan Pascabencana
Skala kerusakan yang luas memicu pengerahan personel besar-besaran. Sebanyak 30.989 personel layanan darurat dan 31.315 relawan lokal dikerahkan ke titik-titik terdampak. Operasi ini juga dibantu oleh 2.408 petugas penyelamat asing yang datang dari berbagai negara.
Sebagai informasi, bencana ini bermula pada 24 Juni lalu ketika dua gempa bumi besar mengguncang pesisir utara Amerika Selatan dalam waktu yang hampir bersamaan. Guncangan pertama bermagnitudo 7,2 terjadi pada pukul 18.04 waktu setempat. Hanya berselang 39 detik kemudian, gempa Venezuela kedua yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 kembali menghantam wilayah tersebut, memicu kerusakan infrastruktur yang fatal. (Ant/Sputnik/H-3)

















































