KLM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Selayar, 1 Tewas dan 24 Hilang

1 week ago 6
KLM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Selayar, 1 Tewas dan 24 Hilang Pencarian KLM Nurul Salsa yang dudga tenggelam di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7/2026).(Dok Basarnas)

KLM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Selayar, 1 Tewas dan 24 Hilang

MUSIBAH laut kembali terjadi di perairan Sulawesi Selatan. Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa yang mengangkut puluhan penumpang berikut muatan berton-ton dan empat ekor sapi dilaporkan tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (15/7) siang. 

Hingga Kamis (16/7), operasi pencarian masih berlangsung dengan korban tewas 1 orang dan 24 lainnya dinyatakan hilang.

Data terkini yang dihimpun dari tim SAR gabungan mencatat total orang di atas kapal mencapai 74 orang, jauh melampaui angka awal yang dilaporkan sebanyak.

Dari jumlah itu, 41 orang dievakuasi oleh KM Harapan Kita pada Kamis dini hari sekitar pukul 04.00 Wita, sementara 6 lainnya diselamatkan oleh kapal nelayan di sekitar lokasi dan dievakuasi ke Pulau Polassi.

Berdasarkan manifes yang diperoleh dari agen penjualan tiket di Pelabuhan Jampea, KLM Nurul Salsa tidak hanya mengangkut penumpang. Kapal kayu tersebut membawa muatan total sekitar 17 ton berupa hasil bumi, seperti 10 ton beras, 2 ton kopra, dan 5 ton arang. Selain itu, terdapat empat ekor sapi serta enam unit sepeda motor.

Kapal berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 Wita. Namun di tengah perjalanan, di perairan antara Nambolaki dan Bahuluang yang dikenal sebagai titik pertemuan arus Barat dan Timur mesin kapal mengalami gangguan dan padam total. 

Air mulai masuk ke ruang mesin, meski awak sempat berusaha mengatasinya dengan pompa alkon.

Cuaca Ekstrem Menghambat

Operasi penyelamatan sejak awal dihadang cuaca buruk. Angin musim timur menyebabkan gelombang tinggi di perairan Selayar, membuat kapal-kapal kecil tidak berani mendekati lokasi.

Personel Sat Polairud bersama Basarnas bahkan sempat bersiaga berjam-jam di Pelabuhan Appatanah menunggu kapal berukuran lebih besar dari Pasimasunggu yang dinilai aman untuk menembus ombak.

Komunikasi dengan para penumpang juga semakin sulit. Awalnya beberapa penumpang masih dapat dihubungi melalui telepon seluler, namun hingga Rabu malam seluruh nomor yang sebelumnya aktif sudah tidak dapat dihubungi lagi. 

Anggota RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Selayar, Firman, mengaku sempat menghubungi empat penumpang yang dikenalnya, tetapi kini semua sambungan terputus. (LN/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |