Klaim-klaim Keliru tentang Virus Hanta

3 hours ago 1

HALO, pembaca nawala Cek Fakta Tempo!

Wabah virus Hanta di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan delapan orang terinfeksi, tiga di antaranya meninggal, memicu gelombang disinformasi secara global. Sebagian besar penyebarnya menghidupkan kembali teori-teori viral mengenai Covid-19 untuk menyebarkan informasi palsu tentang wabah tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Virus Hanta diidentifikasi pertama kali pada 1978 setelah ilmuwan Korea Selatan melacak penyebab wabah demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS). Wabah itu menyerang lebih dari 3.000 pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa saat Perang Korea pada kurun 1951 sampai 1953.

Peneliti berhasil mengisolasi virus penyebab HFRS tersebut dan menemukan asalnya, yaitu dari tikus yang terinfeksi di sekitar Sungai Hantan, Korea Selatan. Temuan itu menjadi asal mula nama virus yang merujuk pada nama sungai tersebut, sebelum akhirnya diklasifikasikan dalam genus baru bernama Hantavirus pada 1981.  

Virus ini mengganas di wilayah barat Amerika Serikat pada 1993 melalui wabah sindrom paru hantavirus yang menjangkiti 53 orang di 14 negara bagian. Belakangan, peneliti menemukan 20-an strain virus Hanta, salah satunya Andes yang menular antarmanusia. Andes menginfeksi penumpang MV Hondius, April 2026.

Disinformasi yang meluas di media sosial mengklaim virus tersebut adalah rekayasa baru. Teori konspirasi menghubungkan kemunculan virus dengan agenda elite untuk memproduksi vaksin, bagian dari senjata biologis, atau agenda reset. 

Cek Fakta Tempo telah menerbitkan 19 artikel yang membongkar klaim keliru mengenai virus Hanta sejak Mei 2026. Apa saja jenis disinformasi virus Hanta yang beredar?

  • Teori senjata biologis dan rekayasa genetik 

Tiga artikel Tempo membongkar disinformasi yang mengklaim Badan Kesehatan Dunia (WHO) atau perusahaan farmasi menciptakan virus Hanta. Narasi semacam ini berisiko menurunkan kewaspadaan publik terhadap potensi wabah dan menurunkan kepercayaan terhadap institusi kesehatan.

  • Pandemi yang direncanakan elite global

Dalam delapan artikel, Tempo memverifikasi klaim bahwa pandemi virus Hanta direncanakan. Tiga di antaranya membongkar penggunaan visual yang berbeda konteks dan tak sesuai fakta. Klaim-klaim yang beredar menyatakan pandemi Hanta sebagai agenda elite global untuk mengontrol populasi.

Padahal sejumlah pakar kesehatan menyatakan bahwa potensi virus Hanta menjadi pandemi cukup kecil karena penyebarannya berbeda dengan Covid-19.

  • Kemunculan Virus Hanta Diklaim untuk Produksi Vaksin

Dua artikel Tempo membongkar klaim bahwa kemunculan virus Hanta bertujuan untuk memproduksi vaksin dan menguntungkan perusahaan farmasi seperti pandemi Covid-19. Disinformasi ini berpotensi membuat masyarakat meremehkan virus Hanta dan meningkatkan keragu-raguan terhadap seluruh jenis vaksin. 

Padahal WHO dan pakar kesehatan telah menyatakan pengendalian populasi tikus dan menjaga kebersihan adalah fokus utama infeksi. Bukan dengan memproduksi vaksin.

Simak seluruh jenis disinformasi virus Hanta melalui situs: 

https://www.tempo.co/cekfakta 

Ada Apa Pekan Ini?

Dalam sepekan terakhir, klaim yang beredar di media sosial memiliki beragam isu, mulai dari isu internasional, politik,hukum,  hingga kesehatan. Buka tautannya ke kanal Cek Fakta Tempo untuk membaca hasil periksa fakta berikut:

Kenal seseorang yang tertarik dengan isu disinformasi? Teruskan nawala ini ke surel mereka. Punya kritik, saran, atau sekadar ingin bertukar gagasan? Layangkan ke sini. Ingin mengecek fakta dari informasi atau klaim yang anda terima? Hubungi Tipline kami.

Ikuti kami di media sosial:

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |