Kisah Lucu Pelatih Spanyol: Pernah Coba Matikan Messi, Malah Kebobolan 4 Gol dalam 15 Menit!

6 days ago 18
 Pernah Coba Matikan Messi, Malah Kebobolan 4 Gol dalam 15 Menit! Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente(AFP/Daniel LEAL)

MENJELANG duel panas final Piala Dunia 2026 di New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIN, pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, mengambil keputusan berani. Ia menegaskan tidak akan menugaskan pemainnya untuk mengawal ketat (man-mark) Lionel Messi

Pilihan ini terbilang nekat, mengingat sang kapten Argentina sedang on-fire dengan koleksi delapan gol dan empat assist. Menariknya, De la Fuente sebenarnya punya trauma masa lalusoal magis Messi.

Sambil bernostalgia, De la Fuente menceritakan momen pertamanya bertemu La Pulga 22 tahun silam, tepatnya Mei 2004. Saat masih menukangi tim muda Sevilla, mereka harus menantang Barcelona U-19 yang diperkuat Messi yang baru berusia 16 tahun. 

Setelah mendengar rumor kehebatan Messi, De la Fuente memasang taktik man-marking. Strategi itu sempat berhasil menjaga skor tetap 0-0 hingga menit ke-70. Namun petaka muncul saat pemain pengawalnya kena kartu kuning dan terpaksa ditarik keluar. Hasilnya? Hanya dalam waktu 15 menit, Messi mengamuk dan langsung memborong empat gol!

"Apakah karena cerita itu kami akan mengawalnya secara khusus besok? Tidak," ujar De la Fuente sambil tertawa. "Tapi kalau perhatian ekstra, jelas iya. Tetapi dengan cara yang sama persis seperti mereka harus memperhatikan pemain kita.”

Saat disinggung apakah bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, adalah 'The Next Messi', De la Fuente langsung menepisnya. Baginya, Messi adalah makhluk langka yang takkan pernah bisa ditiru. Ia justru memuji dedikasi Messi yang masih tampil spektakuler di usia senja. Laga final nanti disebutnya bukan soal adu taktik kotor, melainkan panggung murni bagi dua tim super untuk memamerkan keindahan sepak bola.

De la Fuente juga pasang badan membela Argentina dari tudingan sebagai tim yang gemar bermain kasar. Ia mengaku sangat respek dengan torehan trofi beruntun milik Albiceleste di bawah arahan sahabatnya, Lionel Scaloni. Alih-alih tegang memikirkan menang atau kalah di final, ia memilih meminta anak asuhnya untuk menikmati pertandingan.

Lucunya, ketimbang pusing memikirkan taktik Messi, De la Fuente mengaku lebih takut naik helikopter yang disediakan FIFA untuk memboyongnya bolak-balik dari New Jersey ke Manhattan demi menghadiri acara konferensi pers yang super bising dan kacau.

(Theguardian/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |