Kemenag: Madrasah jadi Tempat Aman Murid dari Segala Bentuk Kekerasan

1 week ago 6
 Madrasah jadi Tempat Aman Murid dari Segala Bentuk Kekerasan Ilustrasi(MI/M IQBAL AL MACHMUDI)

DIRJEN Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Amien Suyitno, mengajak measyarakat, orangtua, dan murid untuk menciptakan ekosistem madrasah yang aman dari segala bentuk kekerasan. 

"Madrasah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bukan saja di ruang kelas, tapi lingkungan bahkan juga pendukungnya. Karena itu, kami ingin memastika semua ekosistem madrasah dilakukan dengan cara yang inklusif, aman dari segala bentuk kekerasan. Baik itu kekerasan sebanyak fisik, psikis, bahkan kekerasan-keserasaan yang dilarang dalam konteks regulasi," kata Amien dalam Matamuda 2026 di MAN 19 Jakarta Selatan, Kamis (16/5).

Pada tahun ajaran 2026/2027 ribuan murid baru secara serentak melakukan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) untuk membantu murid baru beradaptasi dengan lingkungan madrasah, menumbuhkan rasa bangga terhadap almamater, menggali potensi diri, serta memperkuat pembentukan karakter akhlakul karimah sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan.

"Alhamdulillah semua rangkanya berjalan lancar. Tadi kita semua mengikuti dengan bagaimana anak-anak madrasa disambut dengan sangat-sangat antusias, sangat menyenangkan," ujar Amien.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib, mengatakan proses penerimaan murid baru di lingkungan madrasah di DKI Jakarta berjalan dengan lancar dan rata-rata madrasah di Ibu Kota sudah menjadi pilihan dari masyarakat di DKI Jakarta. 

Adib menyebut kegiatan Matamuda merupakan kegiatan yang didesain sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan, memberikan semangat terutama bagi murid-murid baru. 

"Dengan semangat dari seluruh dewan guru, panitia, dan murid sekalian terutama murid-murid baru Alhamdulillah sampai hari ini dapat berjalan dengan lancar," ucap dia.

Selain itu, Adib mengatakan prestasi murid madrasah tidak kalah dengan murid dari berbagai sekolah favorit lainnya. Di tahun 2026 Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi rata-rata di DKI Jakarta diraih oleh murid dari madrasah. Kemudian jalur SNBP perguruan tinggi negeri top di Indonesia seperti ITB, UI, atau pun UGM ranking 1-4 di Jakarta diraih juga oleh murid madrasah. 

"Maka sekali lagi saya ingin memberikan semangat kepada murid-murid baru baik di MTS maupun di Aliah bahwa kalian sudah tepat memilih madrasah untuk jalan yang lurus untuk meraih masa depannya lebih baik," ungkap Adib.

"Karena madrasah membekali muridnya 3 hal yaitu pendidikan, skill, dan akhlakul karimah. Ketiga hal itulah yang menjadi bekal utama kalian untuk meraih sukses menjadi calon pemimpin di masa yang akan datang," sambungnya.

Dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi murid Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, Nyanyu Khodijah, mengingatkan agar sekolah menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). 

"KBC menjadikan madrasa sebagai ruang yang sehat, yang aman, menyenangkan, dan juga nyaman bagi semua. KBC tidak perlu didefinisikan, tetapi akan muncul dari kehidupan yang ada di madrasah mulai dari proses pendidikan di intrakurikuler maupun ekstrakurikuler," ungkap Nyanyu.

KBC dapat muncul di ruang belajar, di dalam kelas, di luar ruang belajar saat bermain, dan dimanapun berada selama dalam madrasah harus diwujudkan dalam bentuk KBC. 

Ada tiga indikator keberhasilan implementasi KBC. Pertama, madrasah ramah lingkungan, bukan hanya menanam pohon tetapi juga menjaga kebersihan, rapih, dan bertanggungjawab terhadap lingkungan menjadi bersih, asri dan juga nyaman. Kedua, madrasah ramah anak artinya tidak boleh ada siswa menjadi korban perundungan. Ketiga, murid madrasa sehat atau sejahtera secara mental dan spiritual. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |