8000hoki Akun web Slots Gacor Philippines Terkini Mudah Jackpot Full Online
hokikilat Data Daftar website Slot Gacor Online Gampang Win Non Stop
1000 Hoki Online Data Login situs Slot Maxwin China Terkini Pasti Win Online
5000hoki Data ID server Slot Gacor Indonesia Terkini Mudah Scatter Full Non Stop
7000 Hoki Online Daftar web Slot Gacor Japan Terbaik Mudah Lancar Win Full Online
9000hoki.com List Demo server Slot Gacor Singapore Terbaru Pasti Lancar Win Online
Data Akun games Slot Gacor basis Japan Terpercaya Gampang Lancar Win Terus
Idagent138 Daftar Id Slot Gacor Online
Luckygaming138 login Slot
Adugaming Akun Slot Game
kiss69 login Akun Slot Terpercaya
Agent188 Akun Slot Anti Rungkad Terpercaya
Moto128 Daftar Akun Slot Maxwin Terpercaya
Betplay138 Akun Slot Maxwin Terpercaya
Letsbet77 Daftar Id Slot Maxwin Terbaik
Portbet88 Daftar Akun Slot Game Terpercaya
Jfgaming168 login Slot Anti Rungkat
MasterGaming138 login Akun Slot
Adagaming168 Akun Slot Anti Rungkad Terpercaya
Kingbet189 Daftar Slot
Summer138 Id Slot Anti Rungkad Terpercaya
Evorabid77 login Id Slot Terbaik
CNN Indonesia
Sabtu, 29 Mar 2025 17:30 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Hilal atau bulan sabit tipis penanda 1 Syawal 1446 Hijriah belum memenuhi kriteria minimum menurut pemantauan dari seluruh wilayah Indonesia. Hal ini membuat Hari Raya Idulfitri 1446 H secara hisab akan jatuh pada Senin 31 Maret 2025.
Prediksi itu diumumkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) yang melakukan pemantauan bulan atau rukyatul hilal di 33 lokasi seluruh Indonesia, Sabtu (29/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh negara MABIMS ini 0 derajat, di bawah ufuk. Jadi di wilayah NKRI tidak memenuhi kriteria MABIMS sehingga tanggal 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin pahing 31 Maret 2025," kata anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya dalam Seminar Posisi Hilal di Auditorium HM Rasjidi Kemenag, Jakarta.
"Ini secara hisab yang perlu diverifikasi oleh rukyat sebagai konfirmasi," lanjutnya.
Pemerintah menggunakan kriteria Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) sebagai penentu awal bulan hijriah. Patokannya adalah tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Namun, pada hari rukyat 29 Maret 2025, tinggi hilal di Indonesia antara -3° 15' 28" (-3,26°) di Jayapura dan -1° 04' 34" (-1,08°) di Banda Aceh.
Sedangkan, elongasi di Indonesia antara 1° 36' 23" (1,61°) paling timur dan 1° 12' 53" (1,21°) paling barat. Dengan begitu, hasil rukyat tinggi hilal dan elongasi itu belum memenuhi kriteria visibilitas hilal menurut kesepakatan MABIMS.
Jika hasil hisab itu sama seperti rukyat dan diputuskan pada sidang isbat, maka Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah kembali serentak antara pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah.
PP Muhammadiyah lebih dulu menetapkan tanggal 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025 berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.
Sementara itu, pengamatan hilal untuk menentukan awal bulan Ramadan dilakukan Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama dan Ormas Islam serta instansi lain di daerah setempat.
Prosesi sidang Isbat penentuan awal Syawal dilakukan dengan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis atau hisab, serta hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan hilal.
(fra/frl/fra)