Kemarau Meluas, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Dehidrasi dan Cuaca Ekstrem

1 week ago 11
Kemarau Meluas, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Dehidrasi dan Cuaca Ekstrem Foto udara api membakar lahan di Desa Suangai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (4/7/2026).(Dok Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dehidrasi dan cuaca ekstrem di tengah meluasnya musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia. 

Meski curah hujan secara umum diprakirakan rendah hingga pertengahan Juli, hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah.

BMKG mencatat sebanyak 342 Zona Musim (ZOM) atau 48,9 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau pada awal Juli 2026. Angka tersebut meningkat 11,3 persen dibandingkan dasarian sebelumnya.

"BMKG menghimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari pada musim kemarau yang meluas, serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya," tulis BMKG.

Berdasarkan prakiraan BMKG, sebanyak 92,64% wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan kategori rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian pada Dasarian II Juli 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi meluasnya massa udara kering dari selatan Indonesia serta masih bertahannya fenomena El Nino yang ditandai indeks Niño 3.4 sebesar +1,25 dan Southern Oscillation Index (SOI) -24,7.

Meski demikian, BMKG menegaskan musim kemarau tidak berarti hujan berhenti sepenuhnya. Sejumlah fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan dampak tidak langsung Siklon Tropis Bavi masih berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

Untuk periode 10–13 Juli 2026, BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Papua Selatan. Sementara hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Selain itu, potensi angin kencang diprakirakan melanda Aceh, Banten, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Papua Barat Daya.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rapuh saat hujan disertai angin kencang dan petir. Pengendara juga diminta mewaspadai potensi pohon tumbang, baliho roboh, genangan, serta sambaran petir yang dapat mengganggu keselamatan perjalanan.

BMKG juga meminta masyarakat terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini sebagai dasar perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, maupun udara, mengingat kondisi atmosfer masih bersifat dinamis meski musim kemarau terus meluas. (E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |