Keluarga Sebut Marwan Barghouti Terluka Ditembak Peluru Karet Sipir Israel

1 week ago 8
Keluarga Sebut Marwan Barghouti Terluka Ditembak Peluru Karet Sipir Israel Marwan Barghouti.(Al Jazeera)

KELUARGA pemimpin Palestina yang dipenjara, Marwan Barghouti, menyatakan bahwa penjaga penjara Israel menembak kaki Barghouti dengan peluru karet pada pekan lalu. Namun, insiden tersebut dibantah keras oleh otoritas penjara Israel.

Marwan Barghouti, 67, pejabat senior Fatah yang ditangkap Israel pada 2002, sering dijuluki sebagai Mandela-nya Palestina oleh para pendukungnya. Saat ini, ia tengah menjalani lima hukuman seumur hidup atas tuduhan pembunuhan dan perannya dalam serangan terhadap warga Israel selama Intifada kedua.

"Salah satu penjaga penjara menembakkan peluru karet ke kaki Marwan, menyebabkannya berdarah dan menimbulkan luka yang menyakitkan," tulis istrinya, Fadwa Barghouti, melalui unggahan di Facebook pada Senin (13/7/2026). Ia menambahkan bahwa kejadian ini merupakan episode lain dari serangan berkelanjutan terhadap suaminya.

Putranya, Arab Barghouti, menjelaskan bahwa insiden itu terjadi sekitar pekan lalu di Penjara Ganot, gurun Negev, Israel. Pihak keluarga mengaku baru mengetahui kejadian tersebut dari pengacara Barghouti. Menurut Arab, ayahnya belum menerima perawatan medis atas luka tersebut.

Pengacara Barghouti, Avigdor Feldman, yang merupakan pengacara hak sipil terkemuka di Israel, mengirimkan surat kepada dinas penjara. Dalam surat yang ditinjau oleh AFP tersebut, Feldman menyatakan kliennya mengeluh telah ditembak di bagian kaki saat keduanya bertemu dalam kunjungan terakhir.

Bantahan Otoritas Israel

Layanan Penjara Israel (IPS) dengan tegas menolak tuduhan tersebut. "Tuduhan yang dijelaskan adalah palsu dan sepenuhnya tanpa dasar faktual," bunyi pernyataan resmi IPS. Mereka menegaskan bahwa operasional penjara dilakukan sesuai hukum dan di bawah pengawasan yudisial yang konstan.

Insiden ini menambah panjang daftar dugaan kekerasan terhadap Barghouti. Pada Oktober 2025, Arab Barghouti sempat melaporkan bahwa ayahnya dipukuli secara parah oleh penjaga saat pemindahan penjara, yang mengakibatkan empat tulang rusuk patah dan cedera kepala.

Selain itu, pada Agustus lalu, suatu video yang beredar di media sosial menunjukkan Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, mengancam Barghouti yang tampak dalam kondisi fisik lemah di dalam sel.

Menanggapi laporan terbaru ini, Liga Arab pada Minggu menyerukan pembentukan komisi penyelidikan internasional untuk mengusut peristiwa yang mereka sebut sebagai serangan berulang terhadap Barghouti.

Sebagai salah satu tokoh kunci dalam Intifada kedua, Barghouti tetap menjadi figur sentral dalam politik Palestina. Ia secara luas dipandang sebagai calon penerus potensial Presiden Mahmoud Abbas. Meski berada di balik jeruji besi, Barghouti kembali terpilih masuk ke Komite Pusat Fatah tahun ini dengan perolehan suara tertinggi. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |