Kekeringan di Purbalingga Meluas ke 10 Desa, BPBD Salurkan Air Bersih

5 days ago 3
Kekeringan di Purbalingga Meluas ke 10 Desa, BPBD Salurkan Air Bersih Petugas BPBD Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan air bersih ke dalam bak penampungan di Desa Pandansari, Kecamatan Kejobong, Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026).(Dok BPBD Purbalingga)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, melaporkan sebanyak 10 desa yang tersebar di enam kecamatan mulai terdampak kekeringan. Kondisi ini memicu peningkatan kebutuhan bantuan pasokan air bersih bagi warga setempat seiring memasuki musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiat, merinci bahwa enam kecamatan yang terdampak meliputi Karangreja, Karanganyar, Pengadegan, Kejobong, Kemangkon, dan Rembang. Menurutnya, jumlah desa terdampak berpotensi terus bertambah mengingat musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

“Sejumlah mata air di wilayah Purbalingga mulai mengalami penurunan debit, sehingga pasokan air bersih di beberapa daerah ikut berkurang,” ujar Revon di Purbalingga, Senin (20/7/2026).

Dampak Kerusakan Infrastruktur Masa Lalu

Selain faktor cuaca, krisis air di beberapa titik juga diperparah oleh kerusakan infrastruktur jaringan air yang belum pulih total. Kerusakan tersebut merupakan dampak dari bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Januari 2026 lalu.

Kondisi ini secara khusus dialami oleh warga di Desa Serang dan Desa Kutabawa. BPBD harus melakukan penyaluran air bersih (dropping) secara rutin ke dua desa tersebut karena jaringan air bersih belum kembali normal.

“Untuk Desa Serang dan Kutabawa memang belum pulih, sehingga kami masih melakukan dropping dari awal,” tegas Revon.

Dalam upaya penanganan ini, BPBD bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Perwira Purbalingga. Hingga saat ini, stok air dari Perumdam dilaporkan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bantuan sosial bagi masyarakat.

Imbauan BPBD untuk Masyarakat:

  • Menggunakan air secara bijak dan hemat.
  • Memanfaatkan air sesuai kebutuhan prioritas.
  • Menjaga kelestarian sumber-sumber air di lingkungan sekitar.

Waspada Potensi Karhutla

Selain krisis air bersih, BPBD Purbalingga juga memberikan peringatan dini terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kawasan jalur pendakian menjadi perhatian khusus karena memiliki risiko tinggi dan akses pemadaman yang sulit.

Masyarakat dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan. Bagi para pendaki, BPBD meminta agar memastikan api benar-benar padam setelah digunakan untuk keperluan memasak atau lainnya.

“Upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk meminimalkan risiko karhutla selama musim kemarau, terutama di daerah pegunungan yang minim ketersediaan air,” pungkas Revon.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |