Kecelakaan Maut di Indramayu: Pikap Angkut Penumpang harus Ditindak Tegas

1 week ago 12
 Pikap Angkut Penumpang harus Ditindak Tegas Polisi mengecek lokasi kecelakaan mobil pikap di Indramayu.(Antara)

Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB Syaiful Huda menyoroti kecelakaan maut di Jalur Pantura, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu (12/7). Kecelakaan antara mobil bak terbuka atau pikap dan truk tronton itu menewaskan 13 orang. Mobil pikap yang mengangkut belasan penumpang hendak berputar arah di putaran Kiajaran Kulon, Indramayu, setelah pulang menghadiri acara pernikahan. Pada saat bersamaan, truk tronton melaju dari arah yang sama sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Syaiful mendesak pemerintah menindak tegas penggunaan kendaraan angkutan barang yang disalahgunakan untuk mengangkut penumpang.

"Kita semua memahami bahwa mobil pikap dirancang untuk mengangkut barang, bukan manusia. Ketika kendaraan angkutan barang digunakan membawa penumpang, risikonya sangat tinggi. Jika terjadi kecelakaan, potensi korban jiwa menjadi jauh lebih besar karena kendaraan tersebut memang tidak didesain untuk melindungi penumpang," tegas Syaiful dalam keterangan di Jakarta, Senin (13/7).

Huda menegaskan bahwa penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut manusia merupakan praktik berbahaya yang melanggar standar keselamatan transportasi. Pasalnya iatidak dilengkapi sabuk pengaman maupun pelindung benturan. Ironisnya, kata Huda, praktik penggunaan mobil pikap ini seolah lazim di tengah masyarakat.

“Dengan alasan murah, masyarakat kita sering abai terhadap faktor keselamatan yang harganya luar biasa mahal. Situasi ini yang harus menjadi perhatian kita semua,” ujarnya.

Ketua DPP PKB ini meminta Kementerian Perhubungan tidak hanya sekadar mengeluarkan imbauan, tetapi harus memperkuat pengawasan di lapangan dan menggencarkan kampanye edukasi keselamatan kepada masyarakat. Menurutnya, kesadaran kolektif harus dibangun agar masyarakat tidak lagi mempertaruhkan nyawa dengan menumpang kendaraan yang bukan peruntukannya.

"Masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa menggunakan kendaraan angkutan barang untuk membawa penumpang merupakan praktik yang sangat berbahaya. Kesadaran kolektif harus dibangun agar keselamatan menjadi prioritas bersama," ujar legislator asal Jawa Barat itu.

Selain menyoroti aspek edukasi, Huda mendesak kepolisian melakukan investigasi menyeluruh guna mengurai akar penyebab kecelakaan. Penyelidikan, menurutnya, wajib mencakup seluruh variabel. Mulai dari kelayakan kendaraan, kecepatan saat kejadian, hingga kelaikan infrastruktur jalan di sekitar lokasi putaran balik tersebut.

"Investigasi harus dilakukan secara komprehensif. Semua harus diungkap secara transparan agar menjadi pelajaran untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang," pungkas Huda. (E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |