Helikopter water bombing milik BNPB beraktivitas di atas area lahan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (7/7/2026).(Antara)
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi menghentikan operasi pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing (pengeboman air) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Keputusan ini diambil setelah situasi kebakaran di lokasi tersebut dinyatakan telah berhasil dikendalikan sepenuhnya pada Sabtu (11/7/2026).
Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB, Riswandi, menjelaskan bahwa penghentian operasi udara ini didasarkan pada data akurat di lapangan. Pemantauan menggunakan teknologi mutakhir memastikan tidak ada lagi ancaman api yang aktif di permukaan.
"Berdasarkan hasil pemantauan drone thermal yang dilakukan semalam, sudah tidak ada lagi titik api ataupun hotspot di TPA Jatiwaringin. Karena itu hari ini kami sudah tidak lagi melakukan operasi water bombing," ujar Riswandi di Tangerang.
Meskipun operasi pengeboman air telah berakhir, upaya penanggulangan bencana tidak langsung berhenti total. Tim gabungan kini mengalihkan fokus pada tahap pascapemadaman untuk memastikan api tidak muncul kembali dari bawah tumpukan sampah.
Riswandi menegaskan bahwa langkah krusial selanjutnya adalah proses pembasahan (wetting) dan pendinginan (cooling). Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembapan tumpukan sampah yang sangat tebal, mengingat karakteristik kebakaran lahan sampah sering kali menyisakan bara di lapisan dalam.
"Fokus selanjutnya adalah pembasahan dan pendinginan, agar tumpukan sampah tetap lembap sehingga tidak memicu kebakaran kembali," tambahnya.
Kolaborasi Lintas Sektoral
Keberhasilan penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Kemenhut, Suharyono, menilai penanganan ini merupakan potret nyata kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah.
Suharyono menyoroti peran Bupati Tangerang dalam mengorkestrasi berbagai komponen, mulai dari kementerian terkait hingga petugas di lapangan, sehingga proses pemadaman berjalan efektif dan relatif cepat.
"Yang terjadi di TPA Jatiwaringin merupakan koordinasi dan kolaborasi yang sangat baik dari seluruh komponen, mulai pemerintah pusat hingga daerah, lintas kementerian, yang diorkestrasi dengan baik oleh Bupati Tangerang," kata Suharyono.
Catatan Personel: Anggota Manggala Agni yang telah bertugas selama delapan hari di lokasi dilaporkan dalam kondisi sehat. Hasil pemantauan terakhir menunjukkan seluruh hotspot telah bersih (clear).
Kronologi dan Metode Pemadaman
Sebelum mencapai status terkendali, operasi pemadaman di TPA Jatiwaringin sempat ditingkatkan kekuatannya. BNPB menambah dua armada helikopter tambahan, sehingga total terdapat empat helikopter water bombing yang dikerahkan untuk mengguyur titik api dari udara.
Selain serangan udara, pemadaman darat dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan yang terdiri dari:
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
- Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)
- Kementerian Kehutanan (Kemenhut) / Manggala Agni
Di jalur darat, petugas tidak hanya menyemprotkan air secara konvensional, tetapi juga menggunakan alat berat dan menerapkan metode injeksi. Metode ini dilakukan dengan menusukkan pipa ke dalam timbunan sampah untuk memadamkan api yang terperangkap di bawah permukaan.
Waspada Potensi Re-Ignition
Walaupun secara visual titik api sudah tidak terlihat, petugas tetap disiagakan di lokasi. Kewaspadaan tetap tinggi terhadap potensi munculnya api kembali (re-ignition) akibat panas yang masih tersimpan di dalam gunungan sampah. Proses pendinginan akan terus dilakukan hingga suhu di dalam tumpukan sampah benar-benar stabil dan aman dari risiko kebakaran susulan. (Ant/I-1)
| Armada Udara | 4 Helikopter Water Bombing (Kini Dihentikan) |
| Teknologi Pantau | Drone Thermal |
| Metode Darat | Injeksi Air dan Alat Berat |
| Durasi Tugas Manggala Agni | 8 Hari |

















































