Ilustrasi(Dok Polres Sibolga)
KEBAKARAN hebat meluluhlantakkan Pasar Sibolga Nauli, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Sabtu (11/7) malam. Kobaran api yang muncul sekitar pukul 21.30 WIB dengan cepat membesar, menghanguskan sejumlah kios dan memaksa para pedagang berlarian menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa diselamatkan.
Hingga Minggu (12/7) dini hari, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku menjinakkan api yang terus menyala di beberapa titik. Kepulan asap pekat masih membumbung dari puing-puing bangunan yang hangus, sementara bara api sesekali terlihat di sela-sela reruntuhan.
Kepala Bidang Kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sibolga, Hendra Tobing, Minggu (12/7) mengatakan laporan kebakaran diterima Sabtu (11/7) pukul 21.34 WIB. Sejak itu, seluruh personel bergerak melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api merembet ke bangunan lain.
Sedikitnya lima unit mobil pemadam milik Pemerintah Kota Sibolga diterjunkan ke lokasi. Upaya tersebut diperkuat dua unit mobil pemadam dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, satu unit mobil pemadam milik Mujur Timber, dua unit mobil suplai air milik PDAM Sibolga, serta tiga unit mobil pemadam milik LHKP.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun, jumlah kios yang terbakar maupun besaran kerugian belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, yang meninjau langsung lokasi kebakaran mengatakan pemerintah masih memprioritaskan proses pemadaman sebelum mengambil langkah lanjutan. "Kami akan melakukan kajian setelah proses pemadaman selesai," ujarnya.
Pantauan Media Indonesia di lokasi menunjukkan suasana duka menyelimuti kawasan pasar. Asap masih mengepul dari bangunan yang telah menjadi puing, sementara para pedagang hanya bisa berdiri menyaksikan kios mereka yang rata dengan tanah.
Sebagian tampak berusaha mencari sisa barang dagangan yang masih dapat diselamatkan, sementara lainnya berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar roda perekonomian mereka dapat kembali berputar.
Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran sekaligus mendata jumlah kios yang terdampak serta nilai kerugian akibat musibah tersebut. (H-2)

















































