Kata Mendikti soal Pembekalan LPDP Melibatkan TNI

1 hour ago 3

MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan alasan pembekalan penerima beasiswa LPDP melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurut Brian, pembekalan bagi calon magister dan doktoral oleh TNI itu dilakukan untuk memastikan para peserta memiliki kesiapan saat harus belajar di dalam maupun di luar negeri.

Kegiatan itu juga bertujuan untuk menanamkan sikap disiplin, kerja keras, dan nilai-nilai kebangsaan kepada para penerima beasiswa dari negara. Brian menepis pembekalan tersebut sepenuhnya akan dilakukan oleh TNI.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Jadi intinya sih, kan LPDP ini butuh muatan-muatan disiplin ya, kerja keras, kebangsaan. Sehingga ketika belajar nanti, mereka ada semangat, bagaimana setelah kembali ke Indonesia dan bisa memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa kita,” kata Brian saat ditemui di sela kegiatannya di Jakarta pada Sabtu, 2 Mei 2026. 

Brian belum menguraikan siapa dan apa saja materi  yang akan disampaikan dalam pembekalan tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa pembekalan tersebut akan diisi oleh orang-orang yang berpengalaman. Mereka akan membagikan kisi-kisi bagaimana kehidupan saat belajar nanti. “Jadi siap-siapnya supaya jangan sampai nanti mereka culture shock dan lain sebagainya. Termasuk soal disiplin, penguatan kebangsaan juga ada,” tutur Brian. 

Berdasarkan surat kegiatan yang diterima Tempo, pembekalan itu akan berlangsung pada 4 hingga 9 Mei 2026 di Gedung Marsekal Sukardi, Lanud Halim Perdanakusuma. Sebagian materi dalam agenda tersebut disebut akan disampaikan oleh TNI.

Sebanyak 206 peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas penerima beasiswa program magister dan doktor, baik untuk studi di dalam negeri maupun luar negeri. Seluruh rangkaian kegiatan bersifat wajib sebelum peserta memulai perkuliahan.

Dalam surat itu disebutkan pembekalan bertujuan memberikan penguatan pola pikir, kemandirian, penanaman nilai luhur bangsa, penguatan nasionalisme, serta internalisasi nilai dan budaya LPDP.

Kebijakan tersebut menuai keberatan dari sejumlah penerima beasiswa. Salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan keterlibatan TNI dalam memberikan materi.

Menurut dia, peserta diinformasikan akan menginap di tenda selama kegiatan berlangsung dan dibatasi menggunakan telepon seluler hanya satu jam per hari. “Saya dapat info nanti kami akan menginap di tenda, terus tidak boleh pegang handphone selama acara. Hanya boleh pegang handphone satu jam sehari. Hampir semua mempertanyakan, buat apa?” kata dia.

Dinda Shabrina berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |