Jude Bellingham(Skysports)
LAGA perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife bukan sekadar panggung hiburan bagi Inggris pasca-kegagalan menembus final. Pertandingan sarat drama yang berakhir dengan kemenangan 6-4 atas Prancis tersebut menjadi saksi rekor yang diukir oleh Jude Bellingham.
Pilar Real Madrid berusia 23 tahun itu menahbiskan dirinya sebagai pemain Inggris paling subur dalam satu edisi Piala Dunia setelah melesakkan gol ketujuhnya lewat sebuah skema serangan balik soliter yang diakhiri penyelesaian dingin di menit-menit akhir laga. Catatan tujuh gol ini sekaligus melampaui hegemoni para predator legendaris Inggris terdahulu, seperti Gary Lineker di Meksiko 1986 dan Harry Kane di Rusia 2018.
Di luar torehan angka yang menempatkannya sejajar dengan rekor turnamen mayor milik Alan Shearer (Euro 2000), Bellingham juga mempertontonkan kematangan mental dan kepemimpinan yang luar biasa. Pada menit ke-67, ia memperlihatkan aksi altruisme taktis dengan menyerahkan jatah eksekusi penalti kepada Bukayo Saka demi melapangkan jalan sang rekan setim mengunci torehan hat-trick.
"Jude adalah orang pertama yang meminta saya mengeksekusi bola tersebut demi hat-trick," ungkap Saka seusai laga, menegaskan soliditas internal tim.
Lonjakan performa impresif Bellingham di Amerika Utara ini menegaskan bahwa masa depan lini depan Inggris berada di tangan yang tepat. Ketika ketahanan kolektif timnas Inggris kerap dipertanyakan di momen krusial, Bellingham hadir memberikan preseden baru mengenai bagaimana bakat mentah dan kepercayaan diri absolut mampu bersinergi melahirkan tinta sejarah baru bagi publik Britania.
(BBC/P-4)

















































