Jelang Semifinal Piala Dunia 2026: Komentar Rasis Eks PM Spanyol Terhadap Skuad Prancis Tuai Kecaman

1 week ago 13
 Komentar Rasis Eks PM Spanyol Terhadap Skuad Prancis Tuai Kecaman Ilustrasi(Dok Istimewa)

MANTAN Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menuai kecaman dari Spanyol dan Prancis setelah menyatakan tim nasional sepak bola Prancis "tidak memiliki pemain Prancis" menjelang semifinal Piala Dunia 2026.

Mariano Rajoy mendapat kritik dari berbagai pihak setelah melontarkan pernyataan bahwa tim nasional Prancis "tidak memiliki pemain Prancis".

Pernyataan itu dimuat dalam artikel opini di media daring El Debate, beberapa hari sebelum Spanyol menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/7).

Perdana Menteri Spanyol saat ini, Pedro Sanchez mengecam pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai sikap xenofobia.

"Ada orang yang masih mengukur rasa memiliki dari nama keluarga, tempat lahir, atau warna kulit. Ada pula yang mengukurnya dari akar kami di sebuah negara dan kemauan untuk berkontribusi kepadanya," tulis Sanchez dikutip dari AFP.

"Spanyol adalah milik mereka yang mencintainya dan bekerja untuknya. Bukan milik mereka yang mempermalukannya dengan pernyataan xenofobia," imbuhnya.

Menteri Perhubungan Spanyol Oscar Puente juga mengkritik Rajoy dengan menyebutnya sebagai "orang bodoh pasca Franco".

Kecaman turut datang dari Prancis. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan bahwa komentar Rajoy "sama sekali tidak dapat diterima".

Pemimpin Partai Komunis Prancis, Fabien Roussel membandingkan pernyataan Rajoy dengan komentar Senator Paraguay, Celeste Amarilla yang sebelumnya menyebut bintang Prancis Kylian Mbappe sebagai "warga Kamerun yang dijajah dan berpura-pura menjadi orang Prancis" setelah Paraguay tersingkir dari Prancis pada babak 16 besar.

"Mereka tidak pernah berhenti melontarkan rasisme yang menjijikkan seperti itu," ujar Roussel.

Di sisi lain, Menteri Anti Diskriminasi Prancis, Aurore Berge juga mengecam komentar Rajoy. Ia beranggapan hal tersebut merupakan luapan rasisme yang terus berulang.

"Sudah saatnya itu dihentikan dan olahraga kembali menjadi olahraga, tempat seseorang dinilai berdasarkan bakatnya dan bukan oleh kriteria lain," katanya.

Sementara itu, Menteri Wilayah Seberang Laut Prancis, Naima Moutchou menyebut komentar tersebut sebagai bukti kebencian yang sistematis dan meluas terhadap Prancis.

"Setiap kali Les Bleus menang, obsesi rasis dan hinaan yang sama kembali muncul," ujarnya.

Masih merespon komentar Rajoy, Kedutaan Besar Prancis di Madrid juga memberikan klarifikasi melalui media sosial.

"Semua pemain tim nasional Prancis adalah warga negara Prancis. Dari 26 pemain, 23 lahir di Prancis. Tiga lainnya yang lahir di luar negeri juga merupakan warga negara Prancis," tulisnya.

Presiden Federasi Sepak Bola Prancis Philippe Diallo turut mengecam pernyataan Rajoy. Menurutnya, komentar tersebut mengandung "nuansa rasisme yang tidak dapat ditoleransi". (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |