Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon Usai Kalahkan Alexander Zverev

1 week ago 23
Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon Usai Kalahkan Alexander Zverev Petenis Italia Jannik Sinner usai menjadi juara Wimbledon 2026.(AFP/Kirill KUDRYAVTSEV)

JANNIK Sinner kembali menegaskan statusnya sebagai petenis nomor satu dunia setelah berhasil mempertahankan gelar tunggal putra Wimbledon. Dalam laga final yang berlangsung di All England Club, petenis asal Italia tersebut sukses meredam perlawanan sengit Alexander Zverev melalui pertarungan empat set yang berakhir dengan skor 6-7 (7-9), 7-6 (7-2), 6-3, dan 6-4.

Kemenangan ini menandai gelar Grand Slam kelima dalam karier Sinner, sekaligus trofi mayor pertamanya di 2026. Keberhasilan ini juga menempatkan Sinner sebagai pria ke-10 yang mampu mempertahankan trofi Wimbledon sejak era Open dimulai pada 1968.

Pertandingan yang berlangsung selama 3 jam 46 menit tersebut disaksikan langsung oleh tokoh-tokoh ternama, mulai dari Pangeran dan Putri Wales hingga bintang Hollywood seperti Nicole Kidman dan Ben Stiller.

Sinner tampak sangat emosional setelah memastikan kemenangan, bahkan sempat merebahkan diri di lapangan sebagai bentuk perayaan atas kemenangan terlama kedua dalam kariernya tersebut.

Statistik Pertandingan Final Wimbledon 2026

Detail Pertandingan Keterangan
Pemenang Jannik Sinner (Italia)
Lawan Alexander Zverev (Jerman)
Skor Akhir 6-7 (7-9), 7-6 (7-2), 6-3, 6-4
Durasi Pertandingan 3 Jam 46 Menit
Rekor Pertemuan Terakhir Sinner menang 10 kali beruntun atas Zverev

Kebangkitan Sinner Setelah Kegagalan di Paris

Perjalanan Sinner menuju takhta Wimbledon tahun ini tidaklah mudah. Setelah kekalahan mengecewakan di semifinal Australia Terbuka dan tersingkir secara mengejutkan di babak kedua Prancis Terbuka, Sinner memilih untuk menepi sejenak dari kompetisi. Ia mengambil jeda fisik dan mental untuk memulihkan kondisi serta mencari solusi atas masalah kebugarannya saat bertanding di cuaca panas.

Keputusan tersebut terbukti tepat. Meski sempat terlihat rentan di awal turnamen saat dipaksa bermain lima set oleh Miomir Kecmanovic, kualitas permainan Sinner terus meningkat. Puncaknya adalah ketika ia mendominasi Novak Djokovic di babak semifinal sebelum akhirnya menumbangkan Zverev di partai puncak.

Perlawanan Berani Alexander Zverev

Di sisi lain, Alexander Zverev tampil dengan kepercayaan diri tinggi setelah memenangkan gelar Grand Slam pertamanya di Prancis Terbuka, bulan lalu. Zverev mencoba mengubah gaya permainannya menjadi lebih agresif dengan berdiri lebih dekat ke garis belakang lapangan untuk menekan Sinner.

Strategi tersebut sempat membuahkan hasil di set pertama. Namun, Sinner yang tampil klinis berhasil membatasi Zverev hanya mendapatkan satu break point di sepanjang laga.

Momen krusial terjadi di set ketiga saat skor imbang 3-3; Zverev gagal memanfaatkan peluang break setelah terpeleset saat mengejar bola drop-shot Sinner. Sejak saat itu, momentum pertandingan sepenuhnya beralih ke tangan petenis Italia tersebut.

"Jannik, aku benar-benar tidak menyukaimu lagi," canda Zverev saat sesi penyerahan trofi. "Dia menunjukkan sekali lagi mengapa dia adalah pemain terbaik di dunia."

Meski kalah, Zverev mencatatkan pencapaian pribadi dengan mencapai final Wimbledon pertamanya di usia 29 tahun. Berkat performa impresifnya dalam dua bulan terakhir, Zverev dipastikan akan naik ke peringkat dua dunia pada Senin mendatang, menggeser Carlos Alcaraz yang absen karena cedera pergelangan tangan.

Sinner pun memberikan apresiasi tinggi kepada lawannya. "Ini adalah final yang luar biasa. Selalu dibutuhkan dua pemain hebat untuk menciptakan pertandingan seperti ini. Saya sangat senang dengan kemenangan ini, tetapi juga dengan level permainan yang kami tunjukkan," pungkas Sinner. (bbc/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |