Langkah awal menangani jerawat.(Dok. Magnifik)
KEINGINAN untuk segera menghilangkan jerawat sering kali memicu tindakan impulsif seperti memencet atau mencoba berbagai produk sekaligus. Padahal, dokter kulit menilai langkah pertama saat jerawat muncul sangat menentukan apakah kondisi kulit akan membaik atau justru semakin meradang.
American Academy of Dermatology (AAD) menekankan pentingnya menjaga kebersihan kulit sebagai langkah awal. Wajah sebaiknya dicuci menggunakan pembersih yang lembut (gentle cleanser) maksimal dua kali sehari dan setelah berkeringat.
Gunakan ujung jari untuk membersihkan wajah, serta hindari penggunaan waslap atau spons yang dapat mengiritasi kulit. AAD juga melarang keras memencet jerawat karena berisiko memperburuk peradangan dan meninggalkan bekas luka.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa pemilihan produk harus disesuaikan dengan jenis kulit dan tingkat keparahan jerawat. Berikut adalah beberapa bahan aktif yang umum digunakan:
- Benzoyl Peroxide: Mengurangi bakteri penyebab jerawat dan mengangkat minyak berlebih. Konsentrasi rendah disarankan untuk meminimalisir iritasi.
- Adapalene: Jenis retinoid yang membuka pori-pori tersumbat dan mencegah munculnya lesi jerawat baru.
- Asam Salisilat (Salicylic Acid): Membersihkan pori-pori dari penumpukan sel kulit mati.
- Asam Azelaik (Azelaic Acid): Memiliki sifat antibakteri dan membantu memudarkan noda hitam (hiperpigmentasi) bekas jerawat.
- Alpha Hydroxy Acids (AHA): Seperti glycolic acid, berfungsi mengangkat sel kulit mati dan merangsang pertumbuhan kulit baru yang lebih halus.
Konsistensi adalah kunci dalam perawatan jerawat. Mengganti produk terlalu sering sebelum terlihat hasilnya justru dapat memicu iritasi. Jika jerawat terus muncul, terasa nyeri, atau berukuran besar, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. (Mayo Clinic/American Academy of Dermatology/Z-10)

















































