ilustrasi(Anadolu)
MENTERI Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan negaranya siap kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran apabila dinilai diperlukan. Katz bahkan memastikan serangan berikutnya akan dilakukan dengan daya gempur yang lebih besar.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kembali memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Bentrokan terbaru memicu kekhawatiran komunitas internasional konflik akan kembali meluas meski kedua negara sempat mencapai gencatan senjata pada April dan menyepakati penghentian permusuhan pada Juni.
Dalam upacara militer, Kamis (10/7) waktu setempat, Katz mengatakan militer Israel berada dalam kondisi siaga penuh untuk kembali beroperasi bila ancaman dari Teheran muncul lagi.
"Militer siap dan siaga untuk melanjutkan pertempuran guna merebut kembali superioritas udara dan kembali menyerang Iran demi menghilangkan ancaman, bahkan untuk ketiga kalinya jika diperlukan. Jika kami harus kembali, kami akan kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar," ucap Katz seperti dikutip Arab News.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang turut hadir dalam acara tersebut, menilai dua operasi militer sebelumnya telah melemahkan kemampuan Iran secara signifikan. Menurutnya, konflik belum benar-benar berakhir.
"Poros Iran kini lebih lemah daripada sebelumnya, sementara Israel lebih kuat dari sebelumnya. Kami telah membuktikan bahwa jangkauan Angkatan Udara Israel mampu mencapai mana pun, dari Yaman hingga Iran. Namun kami juga harus mengakui bahwa kampanye ini belum selesai," kata Netanyahu.
Konflik sudah terjadi sejak 28 Februari lalu ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara ke Iran. Operasi itu menewaskan pemimpin tertinggi Republik Islam Iran beserta sejumlah pejabat senior lainnya.
Serangan tersebut menjadi operasi militer kedua Israel terhadap Iran setelah perang selama 12 hari yang pecah pada Juni 2025.
(P-4)

















































