ilustrasi(Anadolu)
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran secara resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan drastis ini diambil setelah sebuah kapal yang dituduh mengabaikan instruksi pelayaran dihentikan paksa melalui tembakan peringatan.
Berdasarkan pernyataan yang dikutip dari kantor berita resmi IRNA pada Minggu (12/7), IRGC mengungkapkan bahwa sejumlah kapal terdeteksi berupaya melintasi jalur yang tidak diizinkan. Meskipun telah berulang kali diperingatkan untuk mengubah haluan dan menggunakan rute yang disetujui, kapal-kapal tersebut tetap membandel.
IRGC juga menyoroti tindakan satu kapal tertentu yang mematikan sistem operasinya secara sengaja. Langkah tersebut dinilai sangat membahayakan keamanan pelayaran internasional di jalur strategis tersebut. Akibatnya, kapal itu terkena tembakan peringatan sebelum akhirnya berhasil dihentikan oleh otoritas Iran.
Ketegangan dengan Amerika Serikat
Penutupan jalur perdagangan energi dunia ini tidak hanya dipicu oleh insiden teknis pelayaran. IRGC menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai intervensi Amerika Serikat di kawasan tersebut berakhir sepenuhnya. "Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas," tegas pernyataan resmi IRGC.
Lebih lanjut, Iran memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap kedaulatan mereka akan dibalas dengan respons yang jauh lebih keras. Ancaman ini mencakup potensi serangan terhadap pangkalan-pangkalan "musuh" lainnya yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Pihak IRGC menyalahkan "campur tangan asing yang melanggar hukum" sebagai akar penyebab insiden ini. Teheran secara terbuka menuding Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara yang menampung pangkalan militer AS sebagai pihak yang bertanggung jawab atas segala konsekuensi jika eskalasi terus berlanjut.
Konteks Diplomatik: Pada Juni lalu, Teheran dan Washington sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan. Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri konflik yang pecah sejak akhir Februari dan membuka jalan menuju perdamaian jangka panjang, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut oleh AS.
Eskalasi Militer Terbaru
Namun, harapan damai tersebut kembali terancam setelah kedua negara saling melancarkan serangan pekan ini. Konflik terbaru ini dipicu oleh perselisihan lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz.
Dilaporkan bahwa Amerika Serikat telah menyerang sejumlah sasaran strategis di wilayah Iran. Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan terhadap berbagai aset milik AS di kawasan tersebut, yang kini berujung pada penutupan total salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. (Ant/E-3)

















































