Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Kuwait dan Bahrain Siaga

5 days ago 17
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Kuwait dan Bahrain Siaga ilustrasi: Serangan rudal oleh Iran.(ANTARA/IRNA/IRGC)

IRAN kembali melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah pada Senin (20/7) dini hari. Serangan tersebut memicu peningkatan kewaspadaan di beberapa negara Teluk, termasuk Kuwait dan Bahrain, yang segera mengaktifkan langkah-langkah darurat.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara negara itu sedang menghadapi serangan drone yang diluncurkan dari Iran.

Melalui unggahan di platform X, militer Kuwait menjelaskan bahwa suara ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah berasal dari sistem pertahanan udara yang sedang mencegat ancaman dari udara.

Pihak militer juga meminta masyarakat tetap tenang dan mematuhi seluruh arahan keselamatan yang dikeluarkan otoritas terkait selama situasi berlangsung.

Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan telah mengaktifkan sirene peringatan serangan udara sebagai langkah antisipasi. Pemerintah mengimbau warga untuk tidak panik dan segera menuju lokasi perlindungan terdekat.

Imbauan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi di platform X ketika Iran melancarkan gelombang serangan ke sejumlah sasaran di kawasan.

Selain menyasar wilayah yang menjadi lokasi fasilitas militer Amerika Serikat, sebuah rudal juga dilaporkan menghantam markas kelompok oposisi Kurdi Iran, Komala, di Erbil, ibu kota Wilayah Kurdistan, Irak.

Menurut laporan kantor berita Irak Shafaq News, kelompok tersebut menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Komala, yang memiliki nama resmi Partai Kaum Buruh Kurdistan (Kurdistan Toilers' Party) merupakan kelompok oposisi Kurdi Iran berhaluan kiri yang berdiri pada 1969 dan selama bertahun-tahun beroperasi dari wilayah Kurdistan Irak.

Kelompok itu menyatakan bahwa sejak perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran pecah, berbagai fasilitas miliknya telah menjadi sasaran serangan berulang.

Menurut pernyataan Komala, markas dan aset mereka telah dihantam lebih dari 91 serangan rudal dan drone sejak konflik tersebut dimulai.

Gelombang serangan terbaru ini semakin memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik ke lebih banyak negara di kawasan, terutama setelah aksi saling balas antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. (Al Jazeera/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |