Iran Kutuk Serangan AS dari Pangakalan di Kuwait dan Bahrain

7 hours ago 3

PEMERINTAH Iran mengutuk serangan Amerika Serikat terhadap kapal tanker Iran di Selat Hormuz dan menara telekomunikasi di Pulau Qeshm. Iran menuding serangan tersebut dilancarkan dari pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain.

Menurut sumber berita semi-resmi Fars News Agency, seperti dikutip dari Anadolu, Kementerian Luar Negeri Iran “mengutuk keras” tindakan agresif oleh pasukan militer kelompok teroris AS.

Teheran menuduh Washington menggunakan fasilitas militer di Kawasan Teluk pada Rabu pagi 3 Juni 2026 untuk melancarkan operasi militer terhadap Teheran. 

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Kuwait dan Bahrain juga memikul “tanggung jawab langsung dan jelas” atas serangan itu dari teritorial kedua negara tersebut.

Iran menegaskan bahwa serangan itu merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan Pasal 2 ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

“Setiap negara yang mengizinkan agresor menggunakan wilayah darat, laut, udara maupun fasilitas militer serta pangkalan untuk melakukan atau mendukung agresi militer terhadap Iran, jelas melanggar aturan dasar hukum internasional,” menurut pernyataan Kemlu Iran tersebut.  

Serangan Balasan Iran

Menurut kantor berita KUNA yang dikutip dari Al Jazeera, pascaserangan terhadap dua objek vital, Iran melakukan retaliasi terhadap basis militer di Manama dan Kuwait City.

Serangan rudal dan drone Iran disinyalir menghantam bandara internasional Kuwait yang menimbulkan sejumlah korban, serta kerusakan fasilitas bandara hingga menyebabkan penundaan penerbangan. 

Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengklaim serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain merupakan respons atas serangan AS di Pulau Qeshm di Iran selatan. 

Sementara itu, menurut kantor berita semi-resmi Tasnim, mengatakan IRGC juga menembakan rudal dan drone ke pangkalan udara dan markas besar Armada kelima AS di Bahrain.

Namun, Komando Pusat AS atau CENTCOM mengklaim pasukan pertahanan udara AS berhasil mengintersep serangan tersebut. 

Ketegangan di kawasan semakin meningkat sejak akhir Februari setelah AS-Israel melancarkan serangan kepada Iran. Serangan ini menyebabkan tewasnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa komando militer senior serta ribuan warga sipil Iran.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April. Namun, perundingan itu gagal mencapai konsensus karena AS tidak menyetujui poin-poin gencatan senjata Iran. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |