Kapal tanker minyak berbendera India, Desh Garima, setelah melewati Selat Hormuz, tiba di Pelabuhan Mumbai pada (30/4/2026).(Antara/Anadolu)
PEMERINTAH India secara resmi melarang warganya yang berprofesi sebagai pelaut untuk bertugas di kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini diambil menyusul eskalasi serangan terhadap kapal-kapal komersial di jalur pelayaran strategis tersebut yang membahayakan keselamatan awak kapal.
Direktorat Jenderal Pelayaran India telah mengeluarkan instruksi tegas kepada pemilik kapal, pengelola kapal, hingga perusahaan sertifikasi. Dalam instruksi tersebut, otoritas melarang penempatan awak kapal asal India untuk pelayaran yang melewati Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Melalui pernyataan resmi di platform X, otoritas pelayaran India menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan di kawasan Teluk Persia, Selat Hormuz, dan perairan sekitarnya. "Tidak ada penempatan bagi pelaut asal India di kapal-kapal yang melakukan pelayaran di Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut," tulis pernyataan tersebut.
Selain larangan penempatan, pemerintah India meminta seluruh pihak terkait untuk terus memantau peringatan navigasi dan informasi keamanan terkini. Para operator kapal diinstruksikan untuk menerapkan secara ketat Kode Keamanan Internasional Kapal dan Fasilitas Pelabuhan (ISPS Code).
Direktorat Jenderal Pelayaran India juga mewajibkan setiap keadaan darurat dilaporkan segera agar dapat ditangani sesuai prosedur yang berlaku. Langkah preventif ini diambil di tengah ketegangan yang terus memuncak antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah tersebut.
Dampak Konflik AS-Iran terhadap Warga India
Situasi keamanan di Selat Hormuz memburuk meskipun AS dan Iran sempat menyepakati nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan. Upaya perdamaian tersebut belum mampu menghentikan aksi saling serang di perairan internasional.
Insiden terbaru pekan ini mencatat seorang warga negara India tewas setelah dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) terkena serangan Iran saat melintasi jalur pelayaran sebelah selatan Selat Hormuz di perairan Oman.
Catatan Korban: Sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran pada 28 Februari lalu, tercatat sebanyak 16 warga negara India dilaporkan tewas atau hilang di kawasan Timur Tengah.
Kebijakan pelarangan ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko jatuhnya korban jiwa lebih lanjut dari kalangan pekerja migran India yang mendominasi sektor maritim global. (Anadolu/Ant/I-1)

















































