Hilirisasi Minyak Serai Didorong Lebih Bernilai

1 week ago 9
Hilirisasi Minyak Serai Didorong Lebih Bernilai Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Sains Dwi Farma Bukittinggi.(Dok. MI)

PENGEMBANGAN produk herbal berbasis sumber daya lokal terus didorong melalui program pengabdian kepada masyarakat. Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Sains Dwi Farma Bukittinggi menggelar kegiatan bertajuk Penguatan Hilir Usaha Penyulingan Minyak Sereh melalui Inovasi Produk, Pengemasan, dan Pendampingan Legalitas pada KUPS Tolang Botuang di KUPS Tolang Botuang, Kanagarian Gurun, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu.

Program tersebut terlaksana berkat dukungan pendanaan Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek dalam skema Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) 2026. 

Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan nilai tambah minyak serai melalui pengembangan produk turunan, penguatan strategi pemasaran, serta pendampingan dalam pemenuhan aspek legalitas usaha.

Ketua tim pengabdian Amelya Afryandes, mengatakan, selama ini minyak serai lebih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan baku. Padahal, komoditas tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

"Kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual minyak atsiri mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai tambah, daya saing, dan keberlanjutan usaha yang lebih baik," ujarnya seperti dikutip pada Kamis (16/7). 

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan mengenai formulasi sekaligus praktik pembuatan sabun cair pencuci tangan berbahan dasar minyak serai wangi. Materi disampaikan oleh Ahdi Dinil Haq dan Neri Fadjria yang memberikan pendampingan terkait penyusunan formulasi, aspek keamanan produk, hingga penerapan cara pembuatan sediaan yang baik.

Selain pengembangan produk, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pengemasan dan pemasaran. Pendampingan yang dipandu Trie Yuni mencakup penyusunan desain kemasan yang lebih menarik, pembuatan label sesuai ketentuan, serta strategi pemasaran agar produk memiliki daya saing yang lebih kuat.

Legalitas produk turut menjadi salah satu fokus dalam program ini. Pemberian edukasi sekaligus pendampingan mengenai proses pengurusan legalitas UMOT (Usaha Mikro Obat Tradisional) turut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas peluang pemasaran.

Ketua KUPS Tolang Botuang, Febri Nugraha menilai kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk mendukung pengembangan usaha penyulingan minyak serai wangi yang telah dijalankan masyarakat setempat.

"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu kelompok kami menghasilkan produk turunan minyak serai yang lebih inovatif, memiliki kemasan menarik, serta memenuhi aspek legalitas sehingga mampu bersaing di pasar," ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelompok usaha masyarakat, program ini diharapkan dapat menjadi contoh pemberdayaan berbasis potensi daerah. Hilirisasi minyak serai wangi pun diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memperkuat daya saing produk herbal Indonesia. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |