Hari Kedua Pembelajaran Daring, Siswa Terjaring Patroli Sekolah Berada di Luar Rumah

1 hour ago 1
Hari Kedua Pembelajaran Daring, Siswa Terjaring Patroli Sekolah Berada di Luar Rumah Siswa yang terjaring tim Pengawasan Pembelajaran Daring di SDN 1 Munjuljaya Purwakarta. Selasa (8/9/2026).(MI/Reza Sunarya)

SEJUMLAH siswa SD Negeri 1 Munjuljaya, Purwakarta, terjaring Razia tim Pengawasan Pelaksanaan Pembelajaran Daring dari SDN 1 Munjuljaya. Pembelajaran daring dilakukan seluruh sekolah SD dan SMP sesuai surat edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta sebagai dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Hari kedua pelaksanaan pembelajaran daring bagi siswa, Tim Pengawasan dari SDN 1 Munjuljaya melakukan patroli secara langsung untuk mengetahui proses pembelajaran daring tersebut.

Namun saat melakukan patroli, tim pengawasan masih menemukan sejumlah siswa berada di luar rumah saat jam pembelajaran daring berlangsung.

Kepala sekolah SDN 1 Munjuljaya Sakimin mengatakan, di hari kedua pembelajaran daring pihaknya melakukan patroli dan pengawasan secara langsung untuk mengetahui kondisi anak didiknya yang sedang mengikuti pembelajaran daring di rumah mereka masing-masing.

Selain memantau langsung proses pembelajaran daring, pihak sekolah pun saat melakukan patroli menemukan sejumlah siswa berada di luar rumah dengan berbagai alasan.

"Saat patroli kami menemukan siswa berada di luar rumahnya, dengan berbagai alasan, kami mengimbau untuk menyelesaikan pembelajaran daring dan memakai masker jika hendak keluar rumah", kata Sakimin, Selasa (8/9).

Sementara itu, Faqih Fauzi Ahmad, salah satu siswa kelas 5 SDN 1 Munjuljaya yang melaksanakan pembelajaran daring di rumah, mengakui dirinya lebih senang belajar di sekolah karena bisa bertatap muka dengan teman-temannya dibandingkan pembelajaran daring.

Apalagi saat pembelajaran daring, ia mengalami kendala yakni sinyal internet yang kadang lemah hingga sedikit mengganggu proses pembelajaran sistem online.

"Pengennya belajar langsung di sekolah, karena kendala belajar daring ini sinyal internetnya yang suka lemot," kata Faqih.

Pihak sekolah pun berharap 704 siswanya bisa kembali belajar normal di sekolah seiring kondisi udara kembali normal tanpa ada lagi pencemaran udara oleh abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau.(RZ/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |