Harga Minyak Dunia Melonjak setelah Laporan Serangan Iran di Selat Hormuz

4 hours ago 7
Harga Minyak Dunia Melonjak setelah Laporan Serangan Iran di Selat Hormuz Ilustrasi.(Magnific)

HARGA minyak dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa (7/7) pagi menyusul laporan ada serangan Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz. Jalur perairan strategis ini merupakan urat nadi energi global yang menangani sekitar 20% lalu lintas minyak dunia.

Laporan serangan tersebut kembali menegaskan rapuhnya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, di tengah upaya kedua negara merundingkan pengakhiran perang secara permanen.

Pergerakan Harga Minyak

Minyak mentah Brent untuk pengiriman September terpantau naik 50 sen menjadi US$72,49 per barel, setelah sempat mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Agustus naik 39 sen ke level US$68,94 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah pada sesi sebelumnya WTI ditutup pada level terendah sejak 27 Februari.

Kronologi Serangan di Selat Hormuz

Berdasarkan laporan Axios yang mengutip dua pejabat AS, Iran setidaknya menembakkan dua rudal ke arah kapal-kapal yang sedang melintasi Selat Hormuz pada Senin malam. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal, tetapi dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga melaporkan ada insiden di lokasi sekitar 8 mil laut di timur Limah, Oman. Suatu kapal tanker dilaporkan terkena proyektil tak dikenal saat melakukan perjalanan ke arah selatan, sehingga memicu kebakaran. Senada dengan laporan sebelumnya, UKMTO menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Ketegangan Diplomatik AS-Iran

Insiden ini terjadi di tengah situasi politik yang memanas. Meskipun Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman bulan lalu untuk mengakhiri perang yang berlangsung hampir empat bulan, pembicaraan tidak langsung yang berakhir pekan lalu tidak menunjukkan kemajuan berarti menuju perdamaian abadi.

Presiden AS Donald Trump pada Senin mengeluarkan pernyataan tegas bahwa kedua negara harus segera mencapai kesepakatan atau AS akan menyelesaikan pekerjaan tersebut yang merujuk pada ancaman aksi militer terhadap Republik Islam Iran.

Analisis Ekonomi

Holger Schmieding, kepala ekonom di Berenberg, menilai situasi di sekitar Selat Hormuz masih belum stabil. Namun, ia berpendapat bahwa kedua belah pihak seharusnya memiliki kepentingan untuk meredam konflik.

"Menjelang pemilihan paruh waktu Kongres pada 3 November, Presiden AS Donald Trump menginginkan harga minyak yang rendah. Di sisi lain, Garda Revolusi di Teheran sangat membutuhkan dana dari potensi pelonggaran sanksi," tulis Schmieding dalam catatan risetnya. (CNBC/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |