BPBD Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan air bersih di Kampung Cihanjuang, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Senin (6/7).(DOK.PEMKABBEKASI)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mulai mendistribusikan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di wilayah selatan Bekasi. Pada Senin (6/7), bantuan menyasar warga di Kampung Cihanjuang RT 02 RW 06, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.
Langkah ini diambil sebagai respons atas berkurangnya pasokan air bersih selama musim kemarau yang membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar harian. Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Bekasi, Haidir, mengungkapkan bahwa sebanyak 10 ribu liter air bersih telah dikirimkan ke lokasi tersebut.
"BPBD Kabupaten Bekasi terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih berdasarkan laporan dan permohonan dari pemerintah desa agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi," ujar Haidir dalam keterangannya, Selasa (7/7).
Haidir menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami krisis air serupa. Koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait diperkuat agar penanganan dampak kemarau dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.
Dampak Kekeringan di Desa Ridogalih
Kepala Seksi Pelayanan Desa Ridogalih, Ahmad Sapruddin, menjelaskan bahwa krisis air saat ini melanda dua wilayah utama, yakni Dusun II dan Dusun III. Kondisi paling kritis dilaporkan terjadi di Dusun III karena lokasinya berada di ujung jaringan distribusi air Perumda Tirta Bhagasasi.
"Warga yang terdampak sekitar 670 kepala keluarga (KK) yang tersebar di dua dusun. Selama pasokan air tidak mengalir, sebagian warga terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Ahmad.
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui BPBD. Menurutnya, bantuan ini sangat krusial tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk menunjang aktivitas di sarana ibadah.
Harapan Solusi Jangka Panjang
Kondisi sulit ini dirasakan langsung oleh Anik, warga Kampung Cihanjuang. Ia mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sudah berlangsung selama kurang lebih dua hingga tiga bulan terakhir.
"Alhamdulillah bantuan air bersih ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan minum. Semuanya dipakai untuk kebutuhan keluarga," tuturnya.
Meski terbantu dengan bantuan darurat, Anik berharap pemerintah daerah dapat merumuskan solusi jangka panjang. Mengingat kekeringan di wilayah Cibarusah merupakan persoalan tahunan, warga mendambakan adanya perbaikan infrastruktur aliran air agar tetap lancar meski memasuki musim kemarau.
Penyaluran bantuan air bersih di Desa Ridogalih merupakan bagian dari upaya tanggap darurat BPBD Kabupaten Bekasi dalam menghadapi siklus kemarau tahunan di wilayah rawan kekeringan. (AK/I-1)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)













