Ilustrasi(Dok Istimewa)
SEMANGAT membangun pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa menjadi inspirasi penyelenggaraan Lomba Fotografi Nasional dan Pameran Fotografi "Sekolah Rakyat". Kegiatan ini mengajak para fotografer profesional, jurnalis foto, pegiat fotografi, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum untuk mengabadikan berbagai sisi kehidupan, aktivitas belajar, semangat para siswa, tenaga pendidik, dan lingkungan Sekolah Rakyat melalui karya fotografi yang inspiratif.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara majalah fotografi Asosiasi Fotografi Indonesia (AFI), majalah MATA serta PT. Basik menghadirkan narasi visual mengenai transformasi pendidikan Indonesia sekaligus memperkenalkan Sekolah Rakyat sebagai ruang tumbuhnya harapan, karakter, dan masa depan generasi bangsa.
“Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, karya-karya terbaik juga akan dipamerkan kepada publik sebagai bentuk apresiasi terhadap para peserta serta sebagai media edukasi mengenai perkembangan Sekolah Rakyat di Indonesia,” ujar Arbain Rambey selaku Tim dewan juri sekaligus kurator seni fotografi disela-sela jumpa pers di Jakarta, )14/7).
Sedangkan tema yang diangkat dalam lomba fotografi Sekolah Rakyat memiliki tujuan mengangkat kisah inspiratif Sekolah Rakyat melalui karya fotografi, mendorong partisipasi masyarakat dalam mendokumentasikan perkembangan pendidikan Indonesia. “Tujuan dari lomba ini adalah memberikan ruang apresiasi bagi fotografer Indonesia, serta membuat pameran fotografi sebagai media edukasi dan inspirasi bagi Masyarakat,” lanjutnya.
Untuk kategori lomba merupakan foto Jurnalistik yang menampilkan momen nyata aktivitas pembelajaran dan kehidupan di Sekolah Rakyat. Selain itu foto harus human interest yang mengangkat kisah, ekspresi, emosi, dan perjuangan para siswa, guru, maupun masyarakat sekitar.
Sementara itu menurut Freddy Kamto selaku Ketua Penyelenggara acara menegaskan bahwa persyaratan peserta terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia, dimana para peserta dapat berasal dari fotografer profesional, fotografer amatir, mahasiswa, pelajar, jurnalis foto, maupun masyarakat umum. “Tidak dipungut biaya pendaftaran, dan setiap peserta dapat mengirimkan maksimal 5 karya foto (kecuali kategori foto esai). Foto merupakan karya asli milik peserta dan belum pernah menjadi pemenang pada lomba fotografi lainnya,” ujarnya.
Penyelenggara akan memberikan penghargaan kepada para pemenang di setiap kategori berupa Juara I, Juara II dan Juara III. “Selain penghargaan tersebut, 100 karya fotografi terbaik hasil kurasi dewan juri akan dipilih untuk mengikuti Pameran Fotografi Nasional "Sekolah Rakyat" yang akan diselenggarakan di Galeri Cipta I, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada akhir tanggal 21 – 25 Juli 2026,” imbuhnya Freddy Kamto.
Sebanyak 100 karya terbaik, termasuk seluruh karya para pemenang, akan dipamerkan selama penyelenggaraan pameran. Setiap karya akan mencantumkan identitas fotografer sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam mendokumentasikan perjalanan Sekolah Rakyat.
Lomba dan Pameran Fotografi Nasional "Sekolah Rakyat" diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap dunia pendidikan melalui kekuatan visual. Setiap foto bukan sekadar gambar, melainkan cerita tentang harapan, perjuangan, dan masa depan Indonesia.(H-2)

















































